Atletico Madrid Disingkirkan Arsenal dari Liga Champions, Diego Simeone Mengaku Merasa Tenang dan Damai

Atletico Madrid harus terdepak dari Liga Champions 2025/2026 setelah mengalami kekalahan 0-1 dari Arsenal dalam leg kedua semifinal.

Yus Mei Sawitri
Oleh Yus Mei Sawitri - Reporter
Atletico Madrid Disingkirkan Arsenal dari Liga Champions, Diego Simeone Mengaku Merasa Tenang dan Damai
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, bertepuk tangan untuk fans setelah kekalahan pada leg kedua semifinal Liga Champions kontra Arsenal di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. (Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, bertepuk tangan untuk fans setelah kekalahan pada leg kedua semifinal Liga Champions kontra Arsenal di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB.)

Atletico Madrid harus meninggalkan Liga Champions 2025/2026 setelah mengalami kekalahan 0-1 dari Arsenal pada leg kedua semifinal yang berlangsung di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Dengan hasil ini, klub asal Spanyol tersebut tersingkir dengan agregat 1-2.

Setelah dipastikan tidak melanjutkan langkah di Liga Champions, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengumpulkan para pemainnya di depan para pendukung. Ia menunjukkan semangat dengan berteriak, mengepalkan tangan, dan bertepuk tangan saat para penggemar Atletico menyanyikan dukungan meski timnya kalah.

Hasil ini menandai berakhirnya harapan Atletico untuk meraih trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Namun, tidak ada rasa putus asa, penderitaan, atau kesedihan yang berlebihan. Simeone tampak tenang dan merasa bangga dengan pencapaian Atletico hingga tahap ini.

"Tidak ada yang menyangka kami akan sampai di sini. Kami bersaing dengan tim yang memiliki kekuatan dan tenaga yang begitu besar," ungkap Simeone setelah pertandingan, sebagaimana dikutip dari Daily Mail.

:Kami telah memberikan segalanya dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini. Saya berterima kasih kepada pendukung dan pemain kami. Saya merasa bangga berada di posisi saya sekarang," imbuhnya.

Sikap positif Simeone ini menunjukkan dedikasi dan komitmen tim meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan.

Simeone tidak mengeluhkan keputusan wasit meskipun ada dua klaim penalti yang tidak diberikan kepada Atletico di babak kedua.

"Jika kami tersingkir, itu karena lawan kami layak untuk lolos," ungkap Simeone.

"Jika Anda bertanya bagaimana perasaan saya, saya merasa tenang dan damai. Tim telah memberikan segalanya," tambah pelatih asal Argentina tersebut.

Atletico Madrid, yang merupakan kekuatan ketiga dalam sepak bola Spanyol setelah Barcelona dan Real Madrid, berhasil mencapai semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir.

Mereka juga menjadi satu-satunya tim Spanyol yang berhasil menembus empat besar turnamen Eropa musim ini setelah menyingkirkan Barcelona, yang telah meraih gelar juara sebanyak lima kali, di babak perempat final.

Atletico Madrid mengakhiri musim ini tanpa meraih trofi setelah gagal mencapai final Piala Super Spanyol, kalah di final Copa del Rey dari Real Sociedad, dan mengalami kesulitan dalam kompetisi liga Spanyol. Saat ini, Atletico berada di peringkat keempat La Liga, tertinggal 25 poin dari pemimpin klasemen Barcelona dengan hanya empat pertandingan tersisa.

"Ada harapan tinggi bagi kami di Copa dan Liga Champions," ungkap Koke Resurreccion, gelandang Atletico.

"Kami tidak konsisten di liga, kami tidak berada di level yang seharusnya. Namun, kami kalah di Copa lewat adu penalti dan di Liga Champions kami sudah sangat dekat untuk melaju."

Koke, yang kini berusia 34 tahun, menambahkan.

"Grup ini telah banyak berkembang dan kami memiliki pemain-pemain yang sangat muda yang pastinya akan membantu tim ini memperjuangkan banyak hal besar dalam waktu dekat." Masa depan Koke bersama Atletico masih belum jelas, namun optimisme tetap ada di dalam tim.

"Kami percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kami bisa meraih kesuksesan di kompetisi yang akan datang," tutupnya.

Sumber: Daily Mail

Rekomendasi