Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Anas Urbaningrum

Profil Anas Urbaningrum | Merdeka.com

Anas Urbaningrum adalah seorang politikus partai Demokrat yang merupakan partai dominan di Indonesia sejak pemilu 2009. Terpilih pada usia ke-40, Anas merupakan pemimpin partai termuda di Indonesia. Ia sempat memimpin Divisi Otonomi Politik dan Daerah sebelum menjadi ketua fraksi Partai Demokrat di DPR.

Pada pemilihan umum daerah tahun 2009, ia mendapatkan voting tertinggi dari Dapil Jawa Timur VII yang meliputi Kota dan Kabupaten Blitar, Kota dan Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Tulungagung.

Sejak di bangku kuliah, Anas terbilang sangat aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia sempat memimpin sebuah kongres internal organisasi di Jogjakarta pada tahun 1997. Sebagai seorang pemimpin, Anas juga terlibat dalam pergerakan reformasi politik tahun 1998. Selama masa tersebut, ia menjadi anggota organisasi pergerakan reformasi.

Selama masa pemilihan secara demokrasi pada 1999, Anas terpilih menjadi anggota pemilihan partai politik dan bertugas untuk memverifikasi keabsahan partai-partai politik untuk berpartisipasi dalam pemilu. Pada tahun 2001-2005 ia kemudian bergabung menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada 1 Oktober 2009, Anas terpilih sebagai ketua Fraksi Partai demokrat di tubuh DPR. Yang termasuk dalam tugas terbesarnya adalah menyatukan suara selama terjadinya kasus Bank Century. Sebagai partai yang terpilih dalam pemilihan 2009, Kongres kedua partai Demokrat yang diadakan di Bandung, 20-23 Mei merupakan peristiwa penting yang berpengaruh terhadap kelanjutan politik di Indonesia.

Pada kesempatan itu pula, Anas mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai ketua partai Demokrat. Dalam pidatonya, ia menyebutkan bahwa ia akan mengedepankan stabilitas internal partai serta pemusatan figur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ikon partai. Dan benar saja, dia menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat 2010-2015. DIa berhasil mengalahkan kandidat lainnya, Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie.
 
Anas menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin. Ia pandai memilih kata-kata yang tepat untuk menanggapi pandangan berbagai pihak tentang partainya sehingga tidak sampai memancing perdebatan panjang bahkan polemik yang mengarah pada perseteruan.

Akhir-akhir ini, nama Anas Urbaningrum tidak hanya dikenal karena performanya di dunia politik namun juga karena ia terlibat dugaan kasus korupsi yang juga melibatkan beberapa rekan partai Demokratnya.

Pada Februari 2013, Anas mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat. Ia mundur karena ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang oleh KPK. Selain itu ia juga mundur sebagai kader Demokrat. Meski demikian, tidak menyurutkan Anas untuk terus bergelut di dunia politik. Ia mendirikan organisasi masyarakat bernama Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Ormas tersebut mewadahi loyalis Anas pasca Anas keluar dari Demokrat

Last update 24 September 2013 pukul 17:52
Riset dan analisa oleh Pilar Asa Susila