YLKI sebut biaya dan waktu jadi kendala masyarakat di sektor transportasi
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo menyebutkan terdapat dua persoalan terkait transportasi bagi konsumen yaitu masalah biaya dan waktu. Dari segi ekonomi dilihat dari seberapa persen biaya pengeluaran transportasi dibandingkan dengan total ekspansi.
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo menyebutkan terdapat dua persoalan terkait transportasi bagi konsumen yaitu masalah biaya dan waktu. Dari segi ekonomi dilihat dari seberapa persen biaya pengeluaran transportasi dibandingkan dengan total ekspansi.
Menurutnya, pada pemerintah pusat dan daerah terdapat subsidi transportasi yang bernilai triliunan, namun tidak pernah dicek nilainya. "Karena pemberian subsidi berdampak ke pemberian cost transportasi," kata Sudaryatmo di Kantor Kadin, Jakarta, Rabu (13/9).
Untuk efisiensi waktu, katanya, saat ini masyarakat lebih lama di perjalanan karena terjebak oleh kemacetan. Dia mencontohkan, 10 tahun lalu masyarakat dari Bogor dapat melakukan perjalanan dengan lancar untuk sampai ke Jakarta. Mereka bisa berangkat pagi dan tidak terjebak kemacetan
"Tapi sekarang itu untuk sampai tidak macet di Cawang itu berangkat jam 5 pagi," jelasnya.
Dengan kondisi seperti itu artinya terdapat persoalan waktu tempuh sehingga kapasitas perjalanan semakin lama, yang akhirnya mengharuskan masyarakat di luar Jakarta bangun lebih pagi lagi.
"Saya tidak tahu kalau tidak ada terobosan 10 tahun lagi, apakah kita harus berangkat lebih pagi lagi," pungkasnya.
Baca juga:
Atasi kemacetan, BPTJ bangun tempat parkir di stasiun khusus ojek
Ini alasan Pemprov DKI tak bisa kurangi jumlah kendaraan bermotor
Kadin sebut kerugian akibat macet di tol Jakarta-Cikampek capai Rp 15 triliun
Proyek Tol Depok-Antasari terus dikebut
Jakarta pontang panting atasi kemacetan
Urai kemacetan, BPTJ siapkan jalur khusus angkutan umum Bekasi Barat-Senayan