YLKI nilai pengganti kantong plastik di supermarket masih mahal
Kantong belanja alternatif yang disediakan di pusat perbelanjaan bisa mencapai Rp 4.900 sampai Rp 69.900.
Pemerintah telah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar paa pertengahan Februari 2016, untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat penggunaan plastik. Untuk itu, setiap ritel diharuskan menyediakan kantong belanja alternatif agar konsumen bisa mengurangi penggunaan kantong plastik.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan kantong belanja alternatif yang disediakan masih relatif mahal. Bahkan, kantong belanja alternatif yang disediakan di pusat perbelanjaan bisa mencapai Rp 4.900 sampai Rp 69.900.
"Ya (harganya) memang relatif lebih mahal tapi kalau bisa dipakai berulang-ulang kan tidak masalah. Kantong itu yang dibuat permanen tentu harus dibuat dengan harga yang lebih mahal agar lebih kuat," ujar Tulus di kantornya, Jakarta, Rabu (13/4).
Sayangnya, belum semua ritel menyediakan kantong belanja alternatif. Pemakaian kardus bekas sebagai alternatif juga masih belum tersedia di seluruh ritel.
Dia pun mengimbau agar pemerintah bisa melakukan sosialisasi lebih dalam kepada masyarakat agar mau beralih menggunakan kantong belanja alternatif lain sebagai pengganti dari plastik.
"Konsumen malah menyarankan untuk meniadakan kantong plastik atau menyediakan kantong alternatif belanja. Namun pemerintah juga perlu sosialisasi agar kebijakan ini bisa efektif dan bisa mengubah perilaku masyarakat secara signifikan," pungkas dia.
Baca juga:
YLKI imbau pemerintah naikkan harga kantong plastik jadi Rp 1.000
YLKI sebut sosialisasi kantong plastik berbayar masih minim
Indonesia jadi negara konsumsi plastik terbesar kedua setelah China
Menteri LHK minta produsen juga diet kantong plastik
Ada Pemda minta 'untung' dari kebijakan kantong plastik berbayar
Pengakuan Mendag Thomas Lembong bawa kantong plastik kemana-mana
Sosialisasi program kantong plastik, Wali Kota Depok gandeng kiai