LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

YLKI desak satgas pangan usut kembali beredarnya beras plastik

YLKI desak satgas pangan usut kembali beredarnya beras plastik. Semua pihak terkait diminta turun ke lapangan untuk mengecek jangan sampai benar ada beras plastik yang beredar di pasaran. Sebab, sangat membahayakan kesehatan masyarakat. Beras bercampur butiran plastik dijual di salah satu kios di bilangan jalan Otista.

2017-07-27 09:32:54
beras
Advertisement

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Tengah mendesak satgas pangan mengusut tuntas para pedagang nakal yang menjual beras bercampur plastik. Hal tersebut disampaikan menyusul ditemukannya beras bercampur butiran plastik dijual di salah satu kios di bilangan jalan Otista, Palu Timur beberapa hari lalu.

"Kalau benar ada pedagang yang sengaja melakukan tindakan tidak terpuji, termasuk menimbun stok dan menjual komoditas pangan melebihi standar harga yang telah ditetapkan pemerintah, tangkap saja pelakunya," pinta Salman Hadiyanto seperti dikutip dari Antara di Palu, Kamis (27/7).

Namun hingga kini, YLKI belum melakukan pendampingan kepada satgas karena belum ada laporan dari konsumen yang merasa dirugikan menyusul kasus beras bercampur plastik dimaksud. YLKI hanya bisa mendesak pihak satgas dan instansi terkait lainnya untuk menindaklanjuti temuan beras bercampur plastik sampai tuntas.

Selain mengusut tuntas, dia juga meminta Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk memeriksa kebenaran beras bercampur plastik yang ditemukan tersebut agar tidak meresahkan masyarakat.

Semua pihak terkait diminta turun ke lapangan untuk mengecek jangan sampai benar ada beras plastik yang beredar di pasaran. Sebab, sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

"Ini bukan hanya tugasnya satgas pangan, tetapi semua instansi terkait di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng untuk melakukan pengawasan terhadap barang/bahan kebutuhan pokok," kata Salman.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Abubakar Almahdali sebelumnya mengatakan kasus beras bercampur plastik yang ditemukan di Palu telah ditangani oleh tim satgas pangan Polda Sulteng.

"Kami tunggu saja hasil penyelidikan dari satgas pangan," katanya.

Pemerintah, kata dia, tidak mungkin membiarkan beras plastik beredar di pasaran. Justru satgas pangan dibentuk salah satunya untuk mengawasi peredaran dan juga menjaga stabilisasi harga pangan di pasaran.

Baca juga:
Beras campur plastik diduga kembali beredar
Jelang Natal, beras plastik bikin geger Nigeria
Krupuk dan krekers mudah terbakar, ini penjelasan BPOM
Polda Metro Jaya hentikan penyidikan kasus beras plastik
Tak hanya Indonesia, China juga punya beras palsu
Tidak kapok, giliran sampo bermerek dipalsukan di China
Setelah Indonesia, giliran Filipina heboh beras plastik

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.