Wujudkan swasembada pangan, Kementan ciptakan mesin tani canggih
Kesemua mesin ini dapat menghemat biaya produksi sampai 50 persen.
Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan) memperkenalkan tiga alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung swasembada pangan. Mesin baru ini diklaim menghemat biaya dan waktu produksi pertanian.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Astu Unadi, mengatakan pihaknya telah merekayasa 3 purwarupa alat dan mesin yang terdiri dari mesin panen multi komoditas, mesin olah tanah amphibi, dan mesin penanam jagung. Menurutnya, kesemua mesin ini dapat menghemat biaya produksi sampai 50 persen.
"Dengan mesin ini hemat biaya lebih 50 persen. Pertama waktu cepet, ongkos murah. Mesin pemanen multi komoditas dapat digunakan untuk memanen jagung atau padi," jelasnya di kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Tangerang, Kamis (23/6).
Mesin olah tanah, selain untuk mengolah tanah, juga berfungsi mencacah sisa jerami jagung atau padi. "Mesin ini juga dapat dilakukan dalam keadaan lahan tergenang atau lahan kering sekaligus sehingga dapat menghemat waktu, bahan bakar dan tenaga kerja," tuturnya.
Terakhir, mesin penanam jagung digunakan untuk menanam bibit pada lahan kering dengan jumlah 2 baris. Dia juga menjelaskan kalau mesin ini bukan hanya untuk jagung melainkan untuk padi.
"Program kita kan padi, jagung kedelai. Tahun ini beralih ke jagung, target kita swasembada jagung," ujarnya.
Baca juga:
Menteri Nasir: ada hasil riset untuk tekan impor sapi 15-20 persen
Putus rantai pasok pangan, pemerintah manfaatkan 20.000 koperasi
Pemerintah diminta pangkas rantai distribusi pangan
Pemuda Sleman menang hadiah Rp 20 juta untuk logo HPS dari Kementan
Menteri Rini beberkan penyebab harga gula melambung tinggi
Pemerintah beli bawang petani Rp 15.000/kg & dijual Rp 25.000/kg
Inseminasi buatan solusi Mentan Amran wujudkan swasembada sapi