Wika ditawari proyek MRT di Arab Saudi
Syaratnya, BUMN konstruksi itu harus mendaftarkan diri sebagai badan usaha di negara Petrodolar itu.
PT Wijaya Karya Tbk (Wika) mendapat tawaran menggarap proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Arab Saudi. Syaratnya, BUMN konstruksi itu harus mendaftarkan diri sebagai badan usaha di negara Petrodolar itu.
"Ini pertama kali tawaran dari Arab Saudi. Banyak tawaran disana, kita ditawari proyek MRT. Tapi syaratnya Harus register. Artinya jadi Wika Saudi," ujar Direktur Operasi IV Wika Destiawan Soewardjono usai acara BUMN Marketers, Jakarta, Jumat (25/4).
Untuk itu Wika akan mendirikan kantor cabang di Jeddah. Namun, kendalanya pembayaran proyek selalu dilakukan belakangan.
Sementara, modal yang ada bakal digunakan untuk menggarap proyek Wika lainnya.
"Kita butuh dana untuk modal kerja. Kita proses dulu. Siapkan set office baru ajukan uang muka," katanya.
Selain MRT, proyek Wika di Arab Saudi adalah pembangunan infrastruktur dan gedung. Skema pengerjaannya, Wika bergabung dengan konsorsium loka.
"Disana sudah ada tender konsorsium."
Baca juga:
Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah
Wika usul proyek listrik Sumatera pakai lahan PTPN
Wika Beton segera bangun pabrik Rp 250 miliar di Myanmar
Juni, WTON targetkan rebut pabrik beton di Batam dari Korea
Timor Leste beli 120 ton beton dari Wika Beton