Waspadai modus diskon 'fiktif' banyak muncul saat Ramadan
Masyarakat tetap harus hati-hati dan teliti sebelum membeli barang-barang.
Membeli baju baru ataupun bingkisan untuk keluarga maupun keluarga sudah menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut Hari Raya Lebaran. Fenomena ini tentunya kerap dimanfaatkan oleh pedagang untuk meraih keuntungan.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan tingkat konsumerisme saat Ramadan akan meningkat dari hari-hari biasanya. Meski begitu, masyarakat tetap harus hati-hati dan teliti sebelum membeli barang-barang.
"Seperti diskon-diskon saat Ramadan. Biasanya pedagang memberi diskon besar-besaran. Tapi ini yang harus diwaspadai. Ini yang melanggar UU tentang perlindungan konsumen," kata Tulus saat dihubungi merdeka.com, Minggu (19/6).
Menurutnya, hal ini sudah menjadi fenomena tersendiri saat Ramadan, di mana pedagang biasanya menaikkan harga terlebih dahulu lalu memberikan diskon besar. Sehingga dia tetap mendapatkan keuntungan, bahkan berkali-kali lipat.
"Jadi konsumen harus teliti dulu. Dengan mengecek harga dan kualitas barangnya. Seperti sarung, konsumen harus tahu harga sarung pada umumnya dan menyamakan dengan kualitasnya. Karena tidak mungkin sarung kurang bagus diskonnya besar dan harganya tetap mahal," imbuhnya.
Selain itu, konsumen juga harus teliti sebelum makanan dan minuman yang dikemas dalam bentuk parsel Lebaran, terutama dalam memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Sebab, konsumen biasanya tidak terlalu memperhatikan karena makan dan minuman tersebut sudah dikemas.
"Jadi karena konsumen tidak bisa melihat tanggal kadaluwarsanya, konsumen harus menegaskan ke pedagang kalau makanan dan minuman itu masih bagus. Kalau tidak maka pedagang harus ganti rugi," jelas Tulus.
Baca juga:
Tukar ban bekas dengan merek Goodyear dapat diskon selama Ramadan
Alfamart sebar diskon 60 persen selama Ramadan lewat situs Alfacart
YLKI minta konsumen bijaksana hadapi momen perang diskon Ramadan
KPPU ingatkan perang diskon pedagang saat Ramadan tak berlebihan
Waspadai produk kedaluwarsa saat Ramadan dengan tak terbuai diskon
Belanja Rp 500.000 di Matahari, bisa dapat hadiah liburan ke Eropa
Di ICS 2016, Erafone diskon telepon seluler terbaru hingga 20 persen