KPPU ingatkan perang diskon pedagang saat Ramadan tak berlebihan
Merdeka.com - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengingatkan aksi perang diskon pedagang saat Ramadan tak berlebihan. Fenomena ini diminta tidak berlanjut seusai Ramadan.
Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, mengatakan diskon wajar diberikan pada saat-saat tertentu. Misal, hari besar keagamaan, akhir tahun, maupun momen-momen tertentu seperti hari kemerdekaan.
"Nah kalau ada diskon yang dilakukan secara terus menerus, dari tahun ke tahun berarti itu bisa kita duga itu bukan diskon, tetapi di dalam hukum persaingan yang kita sebut dengan predatory pricing," ujarnya kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (14/6).
Diskon, lanjutnya, jika dilakukan secara terus menerus bisa membunuh toko-toko lainnya. Di mana pada akhirnya justru tercipta kondisi monopoli yang bakal merugikan masyarakat.
"Diskon itu selalu ada jangka waktunya. Dia menjual di bawah harga yang rendah, untuk apa? Merebut pangsa pasar pesaingnya. Nah mulai tergerus pasarnya, mulai hilang pangsa pasarnya, nah dia menjadi perusahaan monopoli. Saat sudah jadi perusahaan monopoli, dia mulai mengeksploitasi pasar dengan menaikan harga," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Syarkawi, pihaknya terus memantau jenis persaingan usaha seperti ini. "Kasus-kasus yang mengarah predatory pricing kita awasi terus. Termasuk dalam pabrikannya, untuk produk tertentu kita awasi terus. Apakah memberikan diskon, apakah cenderung tidak masuk akal," tuturnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya