Orang Miskin Ternyata Paling Banyak di Pulau Jawa
BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang atau turun 490 ribu orang dibandingkan dengan Maret 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin paling banyak terdapat di pulau Jawa yakni mencapai 12,32 juta orang atau sekitar 52,75 persen dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia.
"Jumlah penduduk miskin terlihat terkonsentrasi di Pulau Jawa, di mana 12,32 juta orang miskin berada di Pulau Jawa atau sekitar 52,75 persen dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia," kata Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 880 ribu orang atau kira-kira sekitar 3,76 persen dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia.
"Jika dibandingkan Maret 2025, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia," ujar Amalia.
Sementara itu, BPS mencatat penurunan kemiskinan paling dalam terjadi di wilayah Maluku dan Papua, di mana di wilayah ini turun 0,68 persen basis point.
Adapun BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang atau turun 490 ribu orang dibandinkan dengan Maret 2025.
"Pada September 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 23,36 juta orang atau turun sebesar 490 ribu orang dibandingkan dengan Maret 2025," ujar Amalia.
Presentase Penduduk Miskin Perkotaan dan Pedesaan
Selanjutnya adalah persentase penduduk miskin di perkotaan dan pedesaan. Pada September 2025, tingkat kemiskinan perkotaan sebesar 6,6 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,13 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025.
Sementara itu, tingkat kemiskinan pedesaan sebesar 10,72 persen atau mengalami penurunan 0,31 persen basis point jika dibandingkan dengan Maret 2025.
"Artinya, adalah bahwa tingkat kemiskinan mengalami penurunan baik di perkotaan maupun di pedesaan," kata dia.
Indeks Kedalaman Kemiskinan
Lebih lanjut, Amalia menyampaikan perkembangan Indeks Kedalaman Kemiskinan yang disebut dengan P1 dan Indeks Keparahan Kemiskinan atau P2. Indeks Kedalaman Kemiskinan atau yang sering disebut dengan Poverty Gap Index merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
"Secara umum, Indeks Kedalaman Kemiskinan P1 dan Indeks Keparahan Kemiskinan P2 pada bulan September 2025 mengalami penurunan dibandingkan dengan Maret 2025," ujar Amalia.
Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September 2025 di perkotaan dan di pedesaan mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025. Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan P2 pada September 2025 mengalami penurunan di pedesaan tetapi relatif tidak berubah di perkotaan jika dibandingkan dengan Maret 2025.