LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Warga Afrika terkesan pertanian di Indonesia

Indonesia bikin International Training on Agricultural For African Countries pada 15 Maret hingga 30 April 2017.

2017-04-09 12:00:00
pertanian
Advertisement

Indonesia menyelenggarakan International Training on Agricultural For African Countries pada 15 Maret hingga 30 April 2017. Pelatihan berlangsung di kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diikuti 12 peserta dari sebelas negara Afrika.

Yaitu, Zimbabwe, Angola, Ethiophia, Gambia, Madagaskar. Kemudian, Sudan, Kenya, Mozambik, Tanzania, Nigeria dan Namibia.

"Keseluruhan program tersebut merupakan komitmen pemerintah RI dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan yang bertujuan untuk memajukan kerjasama pembangunan antar Negara berkembang," kata Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian Mesah Tarigan, dalam siaran pers, kemarin.

Advertisement

Dalam pelatihan tersebut, para peserta bisa meningkatkan pengetahuan terkait budidaya padi, jagung, dan kedelai.

Menurut Mesah, selama 17 tahun terakhir, Indonesia telah melaksanakan 460 program pengembangan kapasitas kepada sekitar 5.400 peserta dari Amerika Selatan, Pasific, Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Sebanyak 65 program diantaranya merupakan pelatihan di bidang pertanian.

"Sehingga jelas terbukti, pertanian tetap menjadi salah satu program unggulan kerja sama teknis yang disediakan pemerintah RI bagi negara-negara penerima."

Advertisement

Adapun metode pelatihan diberikan sebanyak 75 persen praktek di sawah. Sisanya, 25 persen, teori.

Salisu Mawiada, peserta pelatihan asal Nigeria, mengaku terkesan dengan metode pengolahan padi dan jagung di Indonesia.

"Saya sangat terkesan betapa efektifnya pengolahan yang dilakukan secara manual yang dapat memberikan hasil yang lebih baik terhadap produk akhir."

Hal senada diungkapkan Fatma Yousuf. Pegawai Kementerian Pertanian Sudan tersebut mengaku pelatihan telah membuka wawasannya tentang berbagai teknik pengolahan sawah tadah hujan.

Baca juga:
Miris, sektor pertanian tak didukung penuh perbankan RI
Ribuan liter oli tumpah ke Sungai Cibinbin, petani gagal panen
Deflasi Maret 2017, panen raya tekan efek penaikan harga energi
Setop pupuk kimia, petani Banyumas panen perdana beras lokal organik
Jurus BI genjot produksi padi petani lewat corporate farming
April 2017, pemerintah mulai sebar jutaan hektar lahan ke petani

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.