Deflasi Maret 2017, panen raya tekan efek penaikan harga energi
Merdeka.com - Badan Pusat Statitistik (BPS) mencatat deflasi 0,02 persen pada Maret 2017. Ini diluar dugaan lantaran Bank Indonesia, hingga minggu ketiga, memerkirakan inflasi 0,05 persen.
Kepala BPS Suhariyanto menyebut penurunan harga-harga tersebut didorong oleh dua kelompok pengeluaran. Yaitu, bahan makanan yang mencatat deflasi 0,66 persen.
Kemudian, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mencatat deflasi 0,13 persen. Ini lantaran terjadi penurunan tarif pulsa ponsel dan tarif pesawat udara.
"Bisa dilihat penurunan harga bahan makanan seiring panen bisa menyesuaikan kenaikan tarif listrik dan BBM Pertamax," katanya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/4). "Kesimpulannya, Panen raya mampu menetralisir kenaikan TDL."
Adapun inflasi terjadi kelompok makanan jadi. Semisal, nasi lauk pauk, ayam goreng, rokok kretek dan filter yang menyumbang inflasi 0,31 persen.
Kemudian, Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar terjadi inflasi 0,30 persen. Adapun bobotnya dalam perhitungan inflasi atau deflasi bulanan sebesar 0,07 persen.
"Karena kenaikan tarif listrik pelanggan 900 kwh."
Lalu kelompok sandang terjadi inflasi 0,18 persen, namun andilnya sebesar 0,01 persen. Kesehatan inflasi 0,18 persen, memberi andil 0,01 persen.
"Pendidikan, rekreasi dan olah raga inflasi 0,08 persen dan memberi andil 0,01 persen." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya