LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Waran Terstruktur Dinilai Jadi Opsi Strategi Investasi

Founder Investorsaham.id Thomas William Simardjo menilai produk investasi structured warrant atau waran terstruktur yang akan diluncurkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II-2022 bisa menambah opsi strategi berinvestasi bagi investor.

2022-07-12 14:41:00
bursa saham
Advertisement

Founder Investorsaham.id Thomas William Simardjo menilai produk investasi structured warrant atau waran terstruktur yang akan diluncurkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II-2022 bisa menambah opsi strategi berinvestasi bagi investor.

"Tentu saya menyambut positif adanya waran terstruktur, karena ini menambah opsi strategi yang dapat digunakan investor di tengah dinamika pasar," ujar Thomas di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (12/7).

Dia mencontohkan ketika pasar sedang turun atau bearish, investor dapat mengamankan floating loss agar tidak membesar dengan teknik hedging.

Advertisement

"Ketika market bullish, saya bisa membeli call warrant, sehingga berpotensi mendapatkan keuntungan saat harga saham naik. Dan pada saat exercise akan otomatis mendapatkan keuntungan, karena harga sahamnya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga tebus (exercise price) saya," imbuhnya.

Menurutnya, ada beberapa kondisi tertentu yang dapat membuat dirinya sebagai investor ritel tertarik menggunakan produk waran terstruktur, salah satunya ketika suatu saham sedang mendapatkan sentimen yang baik.

"Ketika saya mendapati suatu saham lagi mendapatkan sentimen sangat baik dan saya yakin harga saham itu diapresiasi, maka saya bisa buy call warrant. Sehingga jika benar saham itu naik tinggi, maka saya bisa exercise call warrant saya pada saat jatuh tempo atau menjualnya di pasar sekunder dan mendapatkan capital gain. Jika ternyata turun dalam, maka saya hanya kehilangan uang sejumlah total call warrant (premi) saya dimana nilai call warrant jauh lebih rendah dari harga saham aslinya," ujarnya.

Advertisement

Kendati demikian dia mengingatkan kepada investor lainnya bahwa produk waran terstruktur itu juga mengandung risiko jika investor pemula menggunakan instrumen tersebut secara tidak bijak. Untuk itu dia berharap pihak BEI terus gencar memberikan edukasi mengenai produk waran terstruktur beserta risiko dan strategi investasinya.

"Karena jika tidak ada edukasi, maka akan banyak influencer saham di luar sana yang bisa menyalahgunakan pengaruh mereka kepada para pengikutnya. Waran terstruktur memiliki tingkat risiko yang lebih besar dari saham jika orang yang menggunakannya tidak paham," tandasnya.

Baca juga:
OJK Larang Pelaku Usaha Jasa Keuangan Pasarkan Efek yang Diterbitkan di Luar Negeri
RUPST Summarecon Putuskan Sebar Dividen Rp99 Miliar
Dukung Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, SCMA Siapkan Dana Hingga Rp350 Miliar
Raup Laba Rp1,75 Triliun di 2021, SCM Bagikan Dividen Rp2,5 per Lembar Saham
Gandeng Vokasi UI, BNI Sekuritas Dorong Literasi Investasi Sejak Dini
Waspada Fenomena Bubble Burst, Ini Tips untuk Founder Startup

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.