Wapres JK: Suku bunga tinggi buat orang senang makan riba & malas
Wapres JK ingin suku bunga bank turun jadi 7 persen.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla kembali menyentil tingginya suku bunga kredit perbankan Tanah Air. Tingkat bunga kredit tinggi yang masih dipraktikkan oleh berbagai bank di Indonesia berpotensi membuat orang malas berusaha.
"Dengan bunga yang tinggi, orang senang untuk makan riba dan mengajak orang malas," kata Wapres seperti dikutip Antara, Rabu (10/2).
Menurut dia, dengan suku bunga yang tinggi maka orang-orang yang memiliki kelebihan uang cenderung untuk hidup menempatkan uang di bank dan mengambil keuntungan bunga yang tinggi.
Namun, lanjutnya, hal itu berdampak negatif kepada orang-orang yang ingin bekerja atau membuka lapangan pekerjaan karena ongkosnya yang mahal karena dibebani pinjaman berbunga tinggi.
Untuk itu, dia mengemukakan bahwa pemerintah bakal mendorong agar aktivitas perekonomian dan pembukaan lapangan kerja dapat lebih ditingkatkan. "Kalau tahun ini bunga kredit 9 persen, tahun depan InsyaAllah 7 persen," kata Jusuf Kalla.
Sebelumnya, pemerintah berupaya menurunkan suku bunga empat bank milik negara untuk menggenjot kegiatan industri dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
"Ini supaya kita punya daya saing. Kalau keadaan ekonomi kita begini terus, tidak punya daya saing dan bunga makin tinggi, maka ujung-ujungnya industri perdagangan kita mahal," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (5/2).
Jika suku bunga perbankan tidak diturunkan, maka dapat mengakibatkan industri perdagangan menjadi mahal dan tidak dapat bersaing dengan perusahaan asing.
Baca juga:
Penurunan suku bunga perbankan bisa tekan utang luar negeri RI
Awal Februari, BRI turunkan suku bunga kredit 25 basis poin
OJK catat suku bunga Indonesia tertinggi di Asean
BI turunkan suku bunga acuan 25 bps ke 7,25 persen
BNI turunkan suku bunga kredit ritel mulai bulan depan