Wapres JK sebut peran BUMN jadi solusi Indonesia lepas jerat utang
Bank Indonesia mencatat, per kuartal II-2016, posisi ULN pemerintah telah mencapai USD 153,264 miliar.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyayangkan utang pemerintah Indonesia terus mengalami peningkatan. Padahal, menurutnya, kondisi ekonomi cukup mengalami perbaikan.
Data Bank Indonesia mencatat, per kuartal II-2016, posisi ULN pemerintah telah mencapai USD 153,264 miliar. "Kita sudah 71 tahun merdeka tapi belum bebas dari utang, masih banyak utang bangsa masih belum diselesaikan," ujarnya di JCC, Jakarta, Kamis (8/9).
Wapres JK merinci, utang Indonesia juga sebagian untuk pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Padahal, banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai mampu menyelesaikan pemenuhan tiga kebutuhan tersebut.
"Baru sandang yang bisa kita selesaikan, pangan belum, masih berkelahi soal harga beras, harga daging," ucap dia.
Dirinya mengakui, tantangan-tantangan tersebut memang tidak mudah. Diperlukan adanya perubahan secara menyeluruh di perusahaan-perusahaan BUMN dalam negeri.
"Semua harus kita kaji dan total untuk membuat perubahan yang besar, tantangan ekonomi kita masih sangat besar ke dalam dan keluar," ungkap Wapres JK.
Baca juga:
Pemerintah percepat pembentukan super holding BUMN
Butuh dana rawat jalan tol, Waskita jual 40 persen saham anak usaha
Anak usaha Pertamina jual 8 blok gasifikasi batu bara
BNI beri KUR Rp 500 juta dan 5 traktor di daerah transmigrasi Sumsel
Faisal Basri: Menteri BUMN asal bunyi harga gas murah karena holding
Produksi minyak anak usaha Pertamina lampaui target
Krakatau Steel rencana terbitkan 4,2 miliar lembar saham baru