LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Wapres JK Minta Peningkatan Ekspor ke AS Hingga Australia, Ini Caranya

Wapres JK mengatakan, beberapa perundingan yang tengah dibahas adalah peningkatan pola perdagangan dengan Australia, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Peningkatan pola perdagangan ini masih dalam rangka upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor Indonesia melalui perluasan pasar tujuan ekspor.

2018-12-18 19:20:20
ekspor impor
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri untuk membahas mengenai kondisi perdagangan dalam negeri dan instrumen perundingan perdagangan dengan beberapa negara lain. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Menyangkut tentang beberapa hal, instrumen tentang perundingan perdagangan dengan beberapa negara. Bagaimana membikin, perdagangan minta beberapa keputusan tentang beberapa hal, yang mencakup bahan perundingan dengan negara-negara lain," ujar Wapres JK di Kantornya, Jakarta, Selasa (18/12).

Wapres JK mengatakan, beberapa perundingan yang tengah dibahas adalah peningkatan pola perdagangan dengan Australia, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Peningkatan pola perdagangan ini masih dalam rangka upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor Indonesia melalui perluasan pasar tujuan ekspor.

Advertisement

"Kemarin kan dengan empat negara Eropa sudah selesai. Ini kita lagi berunding menyelesaikan Australia dengan AS dan juga nanti dengan Uni Eropa. Itu antara lain cara agar posisi ekspor kita lebih baik lah, karena Thailand, Vietnam, juga memiliki perjanjian seperti itu," jelasnya.

Wapres JK menargetkan, upaya peningkatan pola perdagangan dengan tiga negara ini rampung awal tahun depan. "Sebenarnya dengan Australia sudah hampir selesai, tinggal tanda tangan saja. Dengan Uni Eropa, Amerika, itu mudah-mudahan awal tahun depan," jelasnya.

Dia menambahkan upaya peningkatan pola perdagangan ini masih dalam rangka pemanfaatan momentum perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Sebab, kesempatan Indonesia untuk mengekspor sejumlah barang akan semakin besar dengan adanya hal tersebut.

Advertisement

"Tentu, tentu. Karena kalau terjadi perang dagang, kesempatan kita masuk lebih tinggi. Karena pasti barang-barang China ini naik harganya di Amerika, ini kesepatan kita masuk. Tapi kalau kita tidak ada perjanjian khusus tentang perdagangan secara keseluruhan, itu nanti kita akan terhalang," tandasnya.

Baca juga:
Pemerintah Kaji Kebijakan Baru Dorong Ekspor RI
Ini Daftar Target Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Depan
Ekspor Perikanan Naik Hingga Oktober 2018, Paling Banyak ke AS dan China
BPS Sebut Defisit Neraca Perdagangan November 2018 Terparah Dalam 5 Tahun
Hingga November 2018, Impor Indonesia Naik Drastis 22,18 Persen
Neraca Perdagangan November Kembali Defisit, Ini Tanggapan Sri Mulyani
RI Impor Sayuran 116.536 Ton di November, Terbanyak dari China

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.