Wapres JK beri sinyal pemerintah tak minat beli saham Saudi Aramco
Wapres JK beri sinyal pemerintah tak minat beli saham Saudi Aramco. Menurut Wapres JK, pemerintah Indonesia ingin fokus pada investasi dalam negeri terlebih dulu. Di mana, akan membesarkan Pertamina. Dia memperkirakan peminat saham Saudi Aramco akan lebih besar dari China dan Jepang.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah tak tertarik untuk membeli saham Saudi Aramco. Seperti diketahui, kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ke sejumlah negara Asia untuk menawarkan saham Saudi Aramco yang pada tahun depan akan melakukan IPO.
"Ini kan 'global offering', saya kira di Indonesia ada satu atau dua yang berminat, tapi kalau kita mending beli Pertamina saja daripada Aramco," kata Wapres seperti dikutip dari Antara dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu (4/3).
Menurut Wapres JK, pemerintah Indonesia ingin fokus pada investasi dalam negeri terlebih dulu. Dia memperkirakan peminat saham Saudi Aramco akan lebih besar dari China dan Jepang. "Saya kira nanti dia banyak bicara di China dan Jepang," kata dia.
Setelah mengunjungi Indonesia, Raja Salman juga akan mengunjungi Brunei Darussalam, Jepang, China, dan Maladewa.
Wapres RI mengantar Raja Salman bertolak ke Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdanakusuma setelah tinggal di Jakarta pada 1-4 Maret 2017.
Raja Salman akan mengunjungi Brunei Darussalam selama setengah hari, dan pada Sabtu sore langsung bertolak ke Bali untuk berlibur hingga 9 Maret 2017.
Baca juga:
Istana soal nilai investasi Raja Salman: Kita bukan negara pengemis
Arab Saudi tertarik kembangkan Pulau Mandeh Sumbar
Membongkar fakta minimnya kerja sama ekonomi Indonesia-Arab Saudi
Kadin rayu pengusaha Arab Saudi investasi di Indonesia
Pemerintah tingkatkan hubungan dagang Indonesia-Arab Saudi
DPR harap kunjungan Raja Salman tingkatkan investasi migas RI
Bappenas ajak Hong Kong investasi di infrastruktur RI