Wagub Sulteng Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Revitalisasi Kawasan Pangan Nusantara
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah meninjau Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga di Donggala untuk memastikan kelanjutan pembangunan fasilitas pangan demi ketahanan pangan daerah dan nasional.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Wagub Sulteng), Reny A Lamadjido, melakukan peninjauan penting ke Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelanjutan pembangunan fasilitas penunjang pangan di Kabupaten Donggala. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat sektor pangan di provinsi tersebut.
Peninjauan yang dilakukan pada Sabtu (9/5) ini menegaskan komitmen pemerintah daerah. Wagub Sulteng ingin memastikan pengelolaan lahan subur KPN Talaga dapat kembali maksimal. Kawasan ini dinilai sangat potensial untuk menopang ketahanan pangan.
Komitmen tersebut juga ditindaklanjuti dengan rapat terbatas pada Jumat (8/5) sebelumnya. Rapat melibatkan berbagai pihak terkait untuk menyusun strategi percepatan pembangunan KPN. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemprov Sulteng dalam program pangan.
Potensi dan Tantangan Kawasan Pangan Nusantara Talaga
Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga memiliki potensi luar biasa dengan lahan yang subur. Wagub Reny A Lamadjido secara langsung melihat pertumbuhan tanaman yang baik di lokasi tersebut. Ini menjadi dasar kuat bagi Pemprov Sulteng untuk melanjutkan pengembangannya.
Saat kunjungan, Wakil Gubernur meninjau Blok 1 seluas 20 hektare dan Blok 2 seluas 180 hektare. Area ini telah dibersihkan dan ditanami komoditas hortikultura serta perkebunan oleh warga setempat. Potensi ini sangat vital bagi pasokan pangan lokal.
Meski demikian, pengelolaan kawasan ini belum sepenuhnya maksimal. Pemprov Sulteng berencana menata ulang peta jalan dan ekosistem pertanian serta perkebunan secara terintegrasi. Hal ini juga akan mempertimbangkan potensi wisata danau dan laut di sekitarnya.
Infrastruktur di dalam Kawasan Pangan Nusantara juga perlu diperkuat kembali. Penguatan ini penting agar KPN Talaga dapat berfungsi optimal. KPN Talaga diharapkan mampu berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan.
Komitmen Pemprov Sulteng dan Dukungan Nasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan keseriusan dalam melanjutkan pembangunan KPN Talaga. Gubernur telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk membentuk tim percepatan. Tim ini akan bekerja di lapangan untuk memastikan kemajuan program.
Selain itu, tim mitigasi sosial dan lingkungan juga akan dibentuk. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengatasi potensi dampak sosial dan lingkungan dari proyek tersebut. Ini menunjukkan pendekatan yang komprehensif dari Pemprov Sulteng.
Program pangan merupakan isu strategis dan menjadi prioritas nasional. Wagub Reny menegaskan bahwa fasilitas yang sudah ada akan terus dikembangkan. Pengembangan ini sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam menjaga ketersediaan pangan.
Rapat terbatas yang dihadiri Wagub, Sekda Sulteng, kepala OPD teknis, dan Tenaga Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan ketahanan energi Nasional pada Jumat (8/5) menjadi bukti nyata. Rapat ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Sejarah dan Harapan Warga Terhadap KPN
Tenaga Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan ketahanan energi Nasional, M Ridha Saleh, menjelaskan sejarah pengelolaan KPN Talaga. Kawasan ini pernah dikelola melalui kemitraan antara TNI dan petani dalam program manunggal petani dan TNI. Program tersebut telah menghasilkan panen jagung dan komoditas lain.
Pada masa kemanunggalan, KPN Talaga berhasil panen jagung sekitar empat kali. Berbagai komoditas seperti kacang tanah dan cabai juga pernah ditanam di sana. Namun, kegiatan kemanunggalan tersebut saat ini sudah berhenti.
Warga setempat sangat berharap Kawasan Pangan Nusantara ini dapat dimanfaatkan kembali. KPN Talaga sendiri telah mencuat ke tingkat nasional saat diresmikan oleh Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma'ruf Amin, pada Oktober 2023. Peresmian tersebut menunjukkan pentingnya kawasan ini.
Ridha Saleh, yang juga pernah menangani KPN Talaga, menyatakan bahwa reaksi warga sangat positif. Mereka menyambut baik rencana Pemprov Sulteng untuk melanjutkan program ini. Langkah Pemprov Sulteng ini sesuai dengan harapan masyarakat.
Sumber: AntaraNews