Volkswagen Pecat Ratusan Karyawan, Perusahaan Rugi Rp17 Triliun dalam Setahun
Pelanggaran yang paling sering dilakukan oleh karyawan adalah ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas, atau biasa disebut bolos kerja.
Volkswagen (VW) mengalami masa yang sangat sulit. Pabrikan mobil asal Jerman ini terpaksa memberhentikan ratusan karyawan dalam enam bulan pertama tahun 2025. Diperkirakan, jumlah pemecatan ini akan terus bertambah hingga akhir tahun.
Menurut laporan dari Carscoops pada Kamis (2/10), Volkswagen telah memecat 548 pekerja akibat pelanggaran terhadap aturan internal. Selain itu, lebih dari 2.000 karyawan lainnya telah menerima peringatan resmi. Kondisi ini menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar, hampir mencapai 1 miliar euro atau sekitar Rp17,7 triliun dalam setahun.
Pelanggaran yang paling sering dilakukan oleh karyawan adalah ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas, atau biasa disebut bolos kerja. Media Jerman, Bild, melaporkan bahwa lebih dari 300 pekerja telah dipecat dari enam pabrik besar Volkswagen di Jerman, termasuk di Wolfsburg, Emden, dan Kassel sepanjang tahun 2025.
Jumlah tersebut sama dengan total pemecatan yang terjadi sepanjang tahun lalu, padahal baru setengah tahun berlalu. Thomas Schfer, bos VW, pernah mengingatkan tahun lalu bahwa absensi tanpa alasan menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan. Melalui sistem intranet internal, karyawan diingatkan bahwa ketidakhadiran yang berulang dapat berujung pada pemecatan.
Meskipun demikian, Volkswagen masih mempekerjakan lebih dari 560 ribu orang di seluruh dunia. Namun, perusahaan sudah merencanakan pengurangan tenaga kerja dalam jangka panjang, dengan 35 ribu posisi yang akan dihapus di Jerman menjelang tahun 2030.
Proses Produksi Mobil Alami Kendala
Situasi yang dihadapi oleh karyawan ini muncul pada waktu yang kurang menguntungkan. Permintaan terhadap mobil Volkswagen mengalami penurunan, sehingga beberapa lini produksi terpaksa dihentikan sementara. Mulai tanggal 6 Oktober, pabrik di Zwickau dan Dresden akan menghentikan operasionalnya selama satu minggu. Kedua pabrik tersebut diketahui bertanggung jawab dalam memproduksi mobil listrik Volkswagen ID.4 dan ID.7.
Selain itu, pabrik di Osnabrück yang merakit Volkswagen T-Roc Cabriolet juga akan terdampak. Produksi di pabrik tersebut akan dihentikan selama seminggu, dan hanya akan beroperasi selama empat hari dalam seminggu hingga akhir tahun 2025. Terlebih lagi, model T-Roc Cabriolet sendiri telah dijadwalkan untuk dihentikan produksinya pada tahun 2026.
Keadaan ini semakin menambah beban bagi Volkswagen. Mereka kini harus menghadapi tantangan berupa penurunan permintaan secara global, masalah absensi karyawan, serta kerugian yang semakin membengkak.
Harapan Muncul dari Golf, Tiguan dan Tayron
Di tengah situasi yang kurang menggembirakan, Volkswagen masih memiliki harapan yang cerah. Tiga model andalannya, yaitu Golf, Tiguan, dan Tayron, masih menunjukkan permintaan yang cukup signifikan. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Volkswagen berencana menambah shift produksi di pabrik Wolfsburg hingga akhir tahun ini.
Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat menyeimbangkan keadaan di tengah berbagai masalah yang sedang dihadapi. Setidaknya, permintaan yang stabil untuk model-model populer tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menjaga kelangsungan produksi.