Utang Merpati untuk gaji karyawan Rp 120 M, ke agen Rp 15 M
Utang Merpati tak hanya untuk membeli avtur di Pertamina atau Angkasa Pura dalam jasa bandara.
Akar persoalan utama yang membelit maskapai penerbangan nasional PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) adalah utang yang cukup besar. Nilainya disebut-sebut mencapai Rp 6,8 triliun.
Utang Merpati tak hanya untuk membeli avtur di Pertamina atau Angkasa Pura dalam jasa bandara saja. Ketua Umum Sekar Merpati yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN Purwanto menyebut, Merpati juga punya utang ke agen penjualan tiket. Utang ke agen mencapai Rp 15 miliar di seluruh Indonesia.
"Rp 15 miliar uang agen masih disimpan di Merpati. Mereka kan mau jual tiket ada deposit. Deposit mereka tidak besar tapi kan banyak dari agen seluruh Indonesia," ucap Purwanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5).
Dia menuturkan, saat ini para agen masih berharap Merpati bisa kembali mengudara agar uang mereka bisa kembali walaupun dalam bentuk tiket.
Selain ke agen, Merpati juga disebut-sebut punya utang ke karyawan sebesar Rp 120 miliar. Angka ini dihitung dari total gaji karyawan yang tidak dibayar selama enam bulan terakhir.
Baca juga:
Persoalan Merpati Airlines berdampak sistemik ke anak usaha
Dahlan Iskan dituding tak niat selamatkan Merpati
6 Bulan tak digaji, istri karyawan Merpati banyak minta cerai
Ambil alih rute Merpati, Garuda buka opsi gandeng maskapai lain
Garuda Indonesia mentahkan ide Dahlan sewa pesawat Merpati