LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.653 Triliun di Kuartal I-2026

BI mencatat posisi ULN swasta pada kuartal I 2026 tercatat sebesar USD 191,4 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi pada kuartal IV 2025.

Senin, 18 Mei 2026 13:55:00
utang
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.653 Triliun di Kuartal I-2026 (merdeka.com)
Advertisement

Bank Indonesia mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat sebesar USD 433,4 miliar atau sekitar Rp7.653 triliun. Angka ini secara tahunan tumbuh sebesar 0,8 persen, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 sebesar 1,9 persen.

"Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso, dikutip dari laman BI, Senin (18/5).

Denny menyampaikan, ULN pemerintah tumbuh lebih rendah. Posisi ULN pemerintah pada kuartal I 2026 sebesar USD 214,7 miliar atau tumbuh sebesar 3,8 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 sebesar 5,5 persen (yoy).

"Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," ujarnya.

Advertisement

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan memanfaatkan momentum pertumbuhan perekonomian.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 persen dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,2 persen); Jasa Pendidikan (16,2 persen); Konstruksi (11,5 persen); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen). Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.

Advertisement

Utang Luar Negeri Swasta

Sementara itu, BI mencatat posisi ULN swasta pada kuartal I 2026 tercatat sebesar USD 191,4 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi pada kuartal IV 2025 sebesar USD 194,2 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,8 persen (yoy).

"Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang secara tahunan masing-masing tercatat kontraksi sebesar 3,6 persen (yoy) dan 1,3 persen (yoy)," ujarnya.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,4 persen dari total ULN swasta.

Kendati demikian, ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6 persen terhadap total ULN swasta.

Struktur ULN Indonesia Tetap Sehat

BI menyebut struktur ULN Indonesia secara keseluruhan terpantau tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5 persen pada kuartal I 2026 dari 30,0 persen pada kuartal IV 2025, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,4 persen dari total ULN.

"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN," ujarnya.

Advertisement

Selain itu, BI berkomitmen peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Berita Terbaru
  • Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.653 Triliun di Kuartal I-2026
  • Nekat Masuk Tol, Pengendara Motor di Batang–Semarang Klaim Tak Paham Rute
  • 6 Pesawat Rafale Tiba di Indonesia, Prabowo: Pertahanan Kunci Stabilitas Negara
  • Mewah! Jennifer Coppen Bakal Ganti 8 Busana di Hari Pernikahan dengan Justin Hubner
  • Bejat, Pendiri Ponpes di Klaten Diduga Cabuli 2 Anak Kandung
  • bank indonesia
  • berita update
  • utang
  • utang indonesia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
T
Reporter Tira Santia
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.