Usai Tsunami Selat Sunda, Pemerintah Perbaiki Fasilitas Luar KEK Tanjung Lesung
Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Enoh Suharto Pranoto, menegaskan bahwa proses pemulihan hingga kerugian yang dialami PT Jababeka Tbk selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung menjadi tanggung jawab pengelola. Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu lalu salah satunya menerjang kawasan KEK.
Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Enoh Suharto Pranoto, menegaskan bahwa proses pemulihan hingga kerugian yang dialami PT Jababeka Tbk selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung menjadi tanggung jawab pengelola. Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu lalu salah satunya menerjang KEK Tanjung Lesung.
"Konsep kawasan, tanggung jawab pengusul KEK jadi bukan pemerintah. Badan usahanya bukan pemerintah. Pemerintah hanya berikan fasilitas kemudahan perizinan, insentif pajak itu aja," kata Enoh saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Kamis (27/12).
Enoh menegaskan, seluruh proses pemulihan untuk kawasan KEK tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak pengelola. Sementara, di luar itu, baru menjadi urusan pemerintah. "Akses jalan masuk wilayah itu pemerintah yang tanggung jawab. Tapi kerusakan di dalam kawasan KEK ada jalan rusak dan fasilitas itu tanggung jawab sendiri," tegasnya.
Enoh menambahkan, terkait kerugian PT Jababeka sendiri juga telah mendapatkan asuransi untuk beberapa kerusakan yang dialami. "Mereka sudah asuransikan hotel, resort sudah diasuransikan jadi menurut saya sekelas Jababeka tak ada masalah hanya Rp 50 miliar saya rasa tak ada maslah bagi mereka," pungkasnya.
Seperti diketahui, PT Jababeka Tbk selaku pihak pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung menderita kerugian sebesar Rp 150 miliar akibat terjangan tsunami Banten. CEO PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono, memperkirakan ada sekitar 30 persen bangunan milik BWJ yang rusak akibat sapuan tsunami.
Secara kerugian, dia memprediksi butuh sekitar Rp 150 miliar untuk membangun kembali 30 persen gedung-gedung yang rusak akibat terjangan tsunami Selat Sunda. "Kalau perlu dibangun kembali, gedung-gedung itu perlu barangkali kurang lebih Rp 150 miliar," ucap dia.
Baca juga:
Anak Krakatau Siaga, BMKG Minta Warga Waspada Potensi Tsunami di Selat Sunda
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga Dampak Aktivitas Terus Meningkat
Tak Ada Data Antemortem, Tim DVI Sulit Identifikasi 11 Jenazah Korban Tsunami
Gunung Anak Krakatau Berubah Status Jadi Siaga
Cerita Sanusi Digulung Tsunami Banten saat Ngobrol dengan Aa Jimmy di Tepi Pantai
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Jadi Siaga
Gunung Anak Krakatau Terus Alami Kegempaan, Status Waspada