Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Ada Data Antemortem, Tim DVI Sulit Identifikasi 11 Jenazah Korban Tsunami

Tak Ada Data Antemortem, Tim DVI Sulit Identifikasi 11 Jenazah Korban Tsunami Mobil korban tsunami dikumpulkan di Terminal Carita. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Hingga hari kelima pasca kejadian gelombang tsunami Selat Sunda yang mengakibatkan ratusan korban meninggal dunia, Tim DVI Mabes Polri belum berhasil mengidentifikasi 11 jenazah korban tsunami di Banten.

Kesebelas jenazah tersebut yakni 2 jenazah anak-anak di bawah 17 tahun jenis kelamin laki-laki, 1 jenazah anak-anak jenis kelamin perempuan, 3 jenazah jenis kelamin laki-laki dewasa dan 5 jenazah perempuan dewasa.

Kabid Dokkes Polda Banten AKBP dr Nariyana yang juga koordinator tim DVI Polri mengatakan 11 jenazah yang belum teridentifikasi karena data antemortem yang diterima tim DVI belum sesuai dengan kondisi fisik pada saat pemeriksaan atau visum, kurangnya pelaporan kehilangan dari pihak keluarga, tidak ditemukan data diri dan sidik jari yang sudah rusak.

"Ada 11 jenazah yang belum teridentifikasi kepada masyarakat baik wilayah Banten atau lain daerah yang keluarganya hilang pada saat kejadian tsunami di Banten saya mohon untuk bisa hadir di RSUD Berkah Pandeglang," kata Nariyana saat konferensi pers di Posko penanggulangan bencana tsunami Selat Sunda, Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (27/12).

Dia meminta kepada masyarakat yang merasa keluarganya hilang pada saat berlibur di pesisir pantai Banten Sabtu (22/12) lalu, untuk membawa data antemortem yang dibutuhkan seperti medical record catatan gigi.

"Kemarin dari 20 korban, sekarang tinggal 11, sebanyak 9 di antaranya teridentifikasi cenderung karena giginya," katanya.

Selain itu, pihak keluarga bisa membantu identifikasi dengan membawa foto korban yang bersangkutan posisi tersenyum dengan kelihatan gigi. "Bisa juga melihat foto korban dengan kondisinya dengan baik kita kenali dengan properti seperti tato dan pakain terakhir yang dipakai," katanya.

Data sementara dampak bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda hingga Rabu (26/12) tercatat 430 orang meninggal dunia, 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang, dan 21.991 orang mengungsi.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP