Usai Tarakan, ESDM uji coba distribusi LPG 3 Kg tertutup di Bangka
"Dalam 3 tahun targetnya seluruh Indonesia," ujar Wirat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja menyatakan Kota Bangka dan beberapa daerah di Pulau Jawa akan menjadi lokasi uji coba pendistribusian elpiji bersubsidi 3 kilogram (Kg) berikutnya. Saat ini pemerintah tengah melakukan evaluasi uji coba di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
"Akan dilakukan evaluasi pendistribusian selama 2-3 bulan ke depan. Dalam 3 tahun targetnya seluruh Indonesia, dan daerah berikutnya yang akan menjadi target pendistribusian elpiji 3 Kg adalah Kota Bangka dan beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/7).
Wirat mengungkapkan pihaknya menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) dalam pembiayaan program distribusi tertutup di Kota Tarakan. Diharapkan di masa mendatang seluruh perbankan nasional dapat berpartisipasi.
"Distribusi tertutup tahun ini belum pakai anggaran sama sekali karena kerja sama dengan bank. Insyallah harus ada anggaran kerja sama untuk proses pendataan dan sebagainya, untuk saat ini BNI ke depan inginnya semua bank nasional," jelasnya.
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggandeng pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk mengamankan penyaluran elpiji 3 Kg agar tepat sasaran.
"Kerja sama dengan aparat daerah, Pemda, Kepolisian, dan sebagainya. Kalau ada penyalahgunaan, pihak berwenang bisa melakukan upaya pencegahannya," tegas Dwi.
Sebelumnya, menjelang bulan suci Ramadan lalu, Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara, mulai menerapkan distribusi tertutup untuk pembelian gas 3 kg. Metodenya, konsumen yang membeli gas 3 kg wajib menggunakan kartu khusus.
"Kami akan benahi sistem pendistribusian gas LPG tiga kilogram khusus menjelang bulan suci Ramadan dengan memberlakukan pembelian menggunakan kartu tanda pengenal bagi masyarakat," ujar Kepala Disperindagkop Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo.
Kartu khusus tersebut akan dibagikan ke lurah untuk kemudian dibagikan kepada warganya melalui ketua RT masing-masing.
Ketua RT akan menentukan pangkalan yang akan menjadi tempat pengambilan gas LPG bersubsidi ini agar tidak menyulitkan masyarakat.
Dia berharap, dengan mekanisme pembelian menggunakan kartu khusus, masyarakat selaku konsumen lebih mudah mendapatkan gas kebutuhan tahun ini karena telah dilakukan pendataan.
"Jadi nantinya hanya satu tabung setiap pengambilan di pangkalan," ungkap Tajuddin.
Baca juga:
Usai Lebaran, Pertamina uji coba distribusi tertutup elpiji 3 kg
Fakta di balik niat Pemerintah Jokowi sunat subsidi Solar dan elpiji
Subsidi elpiji 3 Kg dipangkas Rp 1.000, harga bakal naik?
Elpiji 3 kg Pertamina langka, warga Nunukan beli punya Malaysia
Stok elpiji 3 kg aman, warga Depok diimbau tak beli gas berlebihan
Dibatasi dan ada agen nakal, Elpiji di Purwakarta langka dan mahal
Alami kelangkaan, elpiji 3 Kg di Purwakarta tembus Rp 24.000/tabung