Upaya Pemerintah Dongkrak Kinerja Ekspor RI di Tengah Pandemi Covid-19
Untuk meningkatkan kinerja ekspor impor, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan. Di antaranya, pemerintah mempermudah proses bongkar muat untuk ekspor impor di pelabuhan Indonesia guna mengurangi kepadatan di pelabuhan dan mempercepat pergerakan kapal dan kontainer.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memahami bahwa pandemi Covid-19 memberikan efek atau dampak negatif, termasuk pada aktivitas ekspor impor di Indonesia. Hanya saja, dampak terhadap ekspor Indonesia tidak seragam dirasakan, tergantung pada jenis produk dan tujuan ekspornya.
Namun, khusus ekspor dengan kandungan impor tinggi dan terkait dengan rantai nilai global atau global value chains (GVC) akan terdampak lebih besar.
"Ekspor dengan tujuan negara yang traffic-nya rendah, seperti AS, juga akan terkena dampak lebih besar dibandingkan dengan ekspor ke China dan Jepang," ujarnya dalam webinar, Selasa (23/11).
Untuk meningkatkan kinerja ekspor impor, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan. Di antaranya, pemerintah mempermudah proses bongkar muat untuk ekspor impor di pelabuhan Indonesia guna mengurangi kepadatan di pelabuhan dan mempercepat pergerakan kapal dan kontainer.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif fiskal melalui penjaminan terhadap pinjaman melalui LPEI (export-related) dan PII (non-export).
"Teman-teman pengusaha jangan pernah pesimis melihat ini, Anda harus optimistis melihat negeri kita ini," jelasnya.
Baca juga:
Kemenperin Bakal Terapkan Substitusi Impor 35 Persen di 2022
Tekan Penggunaan LPG, Negara Mampu Hemat Capai Rp20 T per Tahun
Berjuang di WTO, Wamendag Tegaskan Nikel Komoditas Strategis Indonesia
Temui Bos Pertamina dan PLN, Jokowi Sentil Impor Minyak yang Terlalu Besar
Ekspor Kopi Nasional Naik
Usai Nikel, Jokowi Ingin Setop Ekspor Bauksit Mentah Tahun Depan