LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Uni Emirat Arab Dinilai Jadi Mitra Andal dalam Pembangunan Ibu Kota Baru

Uni Emirat Arab (UEA) dinilai akan bisa jadi mitra yang andal untuk bisa ikut berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru. Ini menyusul pernyataan Presiden Jokowi terkait tiga sektor pembangunan di Indonesia yang bisa dijadikan prioritas kerja sama antara Indonesia-UEA, termasuk pembangunan ibu kota baru.

2021-11-05 20:29:50
Ibu Kota Baru
Advertisement

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menilai Uni Emirat Arab (UEA) akan bisa jadi mitra yang andal untuk bisa ikut berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru. Ini menyusul pernyataan Presiden Jokowi terkait tiga sektor pembangunan di Indonesia yang bisa dijadikan prioritas kerja sama antara Indonesia-UEA, termasuk pembangunan ibu kota baru.

"Tentu bagus, kalau dilihat Abu Dhabi itu saya kira punya financial power (kekuatan finansial) yang bagus. Saya rasa mereka bisa jadi partner (mitra) yang sangat baik untuk pembangunan ibu kota baru," kata Deputi Koordinasi Bidang Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto, dikutip Antara, Jumat (5/11).

Seto menambahkan, UEA juga diharapkan bisa memberikan insight (wawasan) serta pengalamannya dalam pembangunan kota. "Dubai itu kan sudah jadi kota internasional. Saya kira mereka juga bisa memberikan insights, berbagi pengalaman juga bagaimana mereka mengembangkan (kota) itu," katanya.

Advertisement

Kendati demikian, Seto tidak membeberkan secara gamblang soal nilai komitmen investasi UEA untuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Begitu pula soal skema hingga realisasi investasinya. "Kita tunggu saja (realisasinya)," ujar Seto.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga sektor pembangunan di Indonesia yang bisa dijadikan prioritas kerja sama antara Indonesia dan UEA.

"Yang pertama, pembangunan ibu kota baru Indonesia. Untuk membangun ibu kota baru setidaknya dibutuhkan dana sebesar 35 miliar dolar AS," ucap Presiden Jokowi saat menghadiri Indonesia-UAE Investment Forum yang berlangsung di Dubai, Kamis.

Advertisement

Sektor kedua adalah di bidang transisi energi. Presiden Jokowi berkomitmen akan lakukan transisi ini sebaik mungkin dengan mengundang investor dan teknologi dengan harga terjangkau.

"Jika anda tertarik melakukan investasi untuk energi baru dan terbarukan, ini adalah saat yang tepat. Potensi yang dimiliki Indonesia cukup banyak dan beragam, hidro, surya, panas bumi dan lain-lain," kata Presiden di depan para investor UEA.

Sektor prioritas ketiga yang disampaikan Presiden adalah di sektor perdagangan. Presiden Jokowi menekankan pentingnya diversifikasi perdagangan dan mulai menegosiasikan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Dia berharap, perundingan akan rampung di Maret 2022.

Baca juga:
Jokowi dan Pangeran MBZ Sepakat Perkuat TCA-Pembangunan Ibu Kota Baru
Pindah 2024, Pemerintah Mulai Bangun Jalan Tol di Ibu Kota Baru
Ibu Kota Pindah dari Jakarta ke Kaltim di Semester I-2024
Laporan Kinerja Jokowi-Ma'ruf 2021, Pemerintah Berkomitmen Bangun Ibu Kota Baru
Pemerintah Alokasikan Rp510 Miliar untuk Pembangunan Ibu Kota Baru Tahap I
Anggaran Pembangunan Ibu Kota Baru Tahap Satu Capai Rp510 Miliar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.