LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tunggu tanda tangan Jokowi, ESDM undur pelelangan 15 WK migas hingga akhir tahun

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan, pengunduran tersebut dilakukan karena Peraturan Pemerintah (PP) mengenai perpajakan gross split belum ditandatangani Presiden.

2017-11-21 19:42:35
Migas
Advertisement

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperpanjang masa pelelangan 15 wilayah kerjasama (WK) minyak dan gas bumi (migas) tahap I menjadi 31 Desember 2017. Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan proses pelelangan tersebut rampung pada 27 November 2017.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan, pengunduran tersebut dilakukan karena Peraturan Pemerintah (PP) mengenai perpajakan gross split belum ditandatangani Presiden. Perkembangan saat ini, aturan tersebut telah selesai dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Stakeholder terkait.

"Menunggu kepastian masalah PP gross split yang memang sekarang sudah selesai pembahasan dengan Menkeu dan stakeholders. Jadi intinya kita undur sampai 31 Desember karena butuh hitam di atas putih karena butuh kepastian gross split itu," ujar Ego di Kantornya, Jakarta, Selasa (21/11).

Advertisement

Ego mengatakan, pengunduran pengumuman lelang WK tahap I juga berimbas pada mundurnya jadwal lelang WK tahap II. Di mana, semula akan diumumkan pada November 2017 mundur menjadi pertengahan Januari 2018.

"Untuk lelang tahap II yang direncanakan November ini akan disesuaikan. Perkiraan kami pertengahan atau akhir Januari kami akan melakukan pengumuman lelang tahap II," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Indonesia Petroleum Association (IPA) Ronald Gunawan berharap ke depan implementasi aturan gross split dapat lebih jelas dan lebih praktis. Sehingga lebih transparan dan mudah dipahami oleh semua pihak.

Advertisement

"Nanti kalau sudah diapprove Presiden untuk PP nya, kami harapkan supaya implementasinya bisa diperjelas supaya lebih jelas dan praktis pada industri. Jadi, waktu nanti diaplikasikan lebih jelas dan transparan ke semua pihak," jelasnya.

Ronald menambahkan, pihaknya bersedia bekerjasama dengan Kementerian ESDM serta SKK migas untuk menciptakan kemudahan berinvestasi sektor migas di Indonesia. Sehingga, industri migas semakin berkembang di Indonesia.

"IPA bersedia untuk selalu bekerjasama dengan ESDM maupun SKK migas untuk memberikan kemudahan investasi. Supaya kita sama-sama membangun industri migas di indonesia," tandasnya.

Baca juga:
Arcandra bebaskan Pertamina pilih mitra kerja garap Blok Mahakam
Hingga 17 November, PNBP minerba capai Rp 35 triliun
Arcandra sebut Blok Masela dan Natuna bakal penuhi kebutuhan gas nasional
Masyarakat Desa Sori NTB terima 110 lampu tenaga surya
4 Biaya tambahan yang harus diperhatikan dalam penyederhanaan golongan listrik

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.