Tunggakan listrik warga Jayapura capai Rp 52 miliar
Jumlah tunggakan tersebut didominasi pelanggan umum yang persentasenya mencapai 80 persen. Tunggakan pemerintah Jayapura sendiri mencapai Rp 4 miliar, tapi karena DIPA pemerintahan belum turun.
Manajemen PLN area Jayapura mengungkapkan jumlah tunggakan rekening pelanggan di area kerja tersebut mencapai Rp 52 miliar dan didominasi oleh pelanggan umum.
"Jumlah tunggakan tersebut didominasi pelanggan umum yang persentasenya mencapai 80 persen," ujar Manajer PLN Area Jayapura, John Yarangga seperti ditulis Antara Jayapura, Selasa (14/2).
Pihaknya terus mencoba menggunakan cara persuasif hingga melakukan bongkar kotak meter kepada pelanggan yang mempunyai tunggakan di atas tiga bulan, namun ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan sehingga membuat hal tersebut sulit dilakukan.
"Ada pelanggan yang jumlah tunggakannya mencapai 77 lembar, ada faktor sosial yang kami pertimbangkan hingga akhirnya tunggakan pelanggakan tersebut tinggal 12 lembar," kata dia.
Yarangga akan terus mengarahkan para pelanggan untuk mengganti meter listriknya menjadi prabayar agar jumlah tunggakan bisa terus ditekan. Mengenai jumlah tunggakan jenis pelanggan lain, dia memandang hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena pelunasannya hanya menunggu proses pembayaran saja.
"Kalau di pemerintahan jumlah tunggakan mencapai Rp 4 miliar, tapi itu karena DIPA mereka belum turun, nanti pasti tetap dibayar," katanya lagi.
Kini di wilayah kerja Area Jayapura, PLN memiliki 159 ribu pelanggan dengan daya puncak mencapai 60 MW, sedangkan daya mampu yang dimiliki kini adalah 80 MW.
Baca juga:
Kisah haru desa perbatasan Indonesia-Timor Leste dialiri listrik PLN
Usai ditinjau Jokowi, proyek mangkrak PLTGU Waai diserahkan ke PLN
Pemerintah siapkan Rp 332,8 M sebar 95.729 lampu tenaga matahari
Akibat layang-layang, listrik di Lubuk Basung 20 kali dipadamkan
Sinergi Pertamina-PLN bangun PLTGU terbesar di ASEAN