Triwulan I-2017, 25 BUMN rugi dengan total Rp 3 triliun
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat 25 perusahaan pelat merah rugi sepanjang triwulan I 2017 atau turun dari 27 perusahaan periode sama tahun lalu. Total nilai kerugian triwulan I mencapai Rp 3 triliun atau turun Rp 2 miliar dari Rp 3,2 triliun periode yang sama tahun lalu.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat 25 perusahaan pelat merah rugi sepanjang triwulan I 2017 atau turun dari 27 perusahaan periode sama tahun lalu. Total nilai kerugian triwulan I mencapai Rp 3 triliun atau turun Rp 2 miliar dari Rp 3,2 triliun periode yang sama tahun lalu.
Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro, mengungkapkan kerugian terbesar disumbang oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Total kerugian Bulog mencapai Rp 903 miliar.
"Perum Bulog paling besar ruginya triwulan I Rp 903 miliar. Di mana, periode yang sama di 2016 dia untung Rp 913 miliar," ujarnya saat ditemui di Bogor, Jumat (28/4).
Perusahaan lain yang mengalami kerugian diantaranya Merpati, Krakatau Steel, hingga Leces. "Kalau Merpati karena dia memang tidak punya bisnis lagi," tuturnya.
Imam menambahkan kerugian yang diderita 26 BUMN ini disebut memang sudah menjadi siklus tahunan. Dia meyakini pada triwulan selanjutnya perusahaan ini bisa mencetak untung.
Target Kementerian BUMN, lanjutnya, tahun ini hanya 5 perusahaan yang rugi. Total nilai kerugiaannya ditarget Rp 499 miliar.
Baca juga:
2016, Timah raup laba bersih Rp 251 M, sebar dividen 30 persen
BUMN soal sekuritisasi aset: Asing siap jadi investor
Sambut Hari Buruh, KAI operasikan 6 kereta tambahan
Kapal perang buatan PAL kembali dipesan TNI AL
Jaringan pipa gas PGN dari Duri ke Dumai terkendala pembebasan lahan
PGN akan pasang dispenser BBG di 60 SPBU Pertamina
Pertamina-PGN komitmen turunkan harga gas RI