Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BUMN soal sekuritisasi aset: Asing siap jadi investor

BUMN soal sekuritisasi aset: Asing siap jadi investor gedung BUMN. wordpress.com

Merdeka.com - Pemerintah mengungkapkan perintah sekuritisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Presiden Joko Widodo siap dilaksanakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Jasa Marga. Sejumlah investor peminat datang baik dari dalam negeri dan asing.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Pontas Tambunan, mengatakan investor dalam negeri salah satunya datang dari dana pensiun.

"Asing ada peminat tapi belum bisa disampaikan," ujarnya di Bogor, Jumat (28/4).

Dia mengungkapkan, aset Jasa Marga yang siap disekuritisasi ialah ruas tol JORR dan sebagian kecil ruas di Pulau Jawa. Sayangnya, dia tidak mengungkapkan target nilai sekuritisasi ini.

Pontas melanjutkan pemerintah menargetkan sekuritisasi aset mulai bisa dilakukan sekitar Mei hingga Juni. "Sekuritisasi termasuk baru jadi tidak bisa langsung dilaunching. Kita mempersiapkan dengan tepat."

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengembangkan skema sekuritisasi guna mempercepat pembangunan infrastruktur. Di mana pemerintah akan mengajak pihak swasta untuk ikut mendanai proyek-proyek infrastruktur dalam negeri.

Dalam skema ini, investor akan memberikan dana di depan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bisa mengembangkan proyek yang lain. Sementara, investor akan mendapatkan kepastian pendapatan dari proyek yang disekuritisasi (yang sudah jadi).

"Berkaitan dengan program infrastruktur, saya terus akan mendorong sekuritisasi. Pembangunan infrastruktur kita lambat karena kita senang jadi pemilik aset. Saya yakin program pembangunan infrastruktur sudah on track," kata Jokowi.

Dia menjelaskan, skema ini sebenarnya sudah diterapkan beberapa waktu lalu, namun tidak berjalan. Akibatnya, pendanaan pembangunan infrastruktur seluruhnya terbebani kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, APBN sendiri memiliki keterbatasan untuk membiayai infrastruktur.

Dengan demikian, dia meminta agar BUMN bersedia menjual proyek yang sudah matang (brownfield) kepada pihak swasta, dan memulai untuk membangun infrastruktur yang baru. BUMN pun juga tidak perlu khawatir, meski proyek tersebut sudah dijual namun BUMN masih bisa menjadi pemilik aset.

"BUMN yang melepas aset tetap bisa menjadi pemilik. Karena sekuritisasi aset berarti asetnya ditaruh dalam satu wadah seperti reksadana yang kemudian dijual unitnya ke investor bukan sahamnya," jelas Jokowi.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP