Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan CASA dan Ekosistem Pembayaran BRI
BRImo, sebagai super app andalan BRI, mencatatkan kinerja impresif pada Triwulan II 2025 dengan peningkatan jumlah pengguna sebesar 21,2% yoy menjadi 42,7 juta.
Transformasi digital yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI semakin menunjukkan hasil positif. Tidak hanya memperkuat basis dana murah (CASA), transformasi ini juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi masyarakat.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa akselerasi dana murah turut didukung oleh kanal digital perseroan. BRImo, sebagai super app andalan BRI, mencatatkan kinerja impresif pada Triwulan II 2025 dengan peningkatan jumlah pengguna sebesar 21,2% yoy menjadi 42,7 juta user. Volume transaksi juga melonjak 25,5% yoy menjadi Rp3.231,7 triliun.
Selain itu, bisnis transaksi merchant BRI mencatat pertumbuhan pesat. Volume penjualan merchant naik 27,2% yoy menjadi Rp105,5 triliun, dengan jumlah transaksi meningkat 50,2% menjadi 308 juta transaksi.
Pertumbuhan signifikan juga tercermin pada layanan QRIS BRI. Volume transaksi naik 142,9% yoy menjadi Rp37,2 triliun, sementara jumlah transaksinya tumbuh 162,5% menjadi 313,7 juta transaksi.
"Transformasi digital BRI tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia," ujar Hery.
Di sisi lain, upaya BRI dalam menekan biaya dana tersebut juga mendapat dukungan dari kondisi makro. Sebagaimana diketahui, sejak Januari 2025, Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate sebesar 100 basis poin, dengan suku bunga acuan berada di level 5% pada Agustus 2025, yang diikuti penurunan suku bunga antar bank menjadi 4,68% per 20 Agustus 2025. "Penurunan suku bunga juga turut menekan biaya dana perbankan, mendukung efisiensi dan membuka ruang untuk ekspansi kredit," pungkas Hery.