TPID bentukan Jokowi belum efektif perangi inflasi
Dia mengaku pesimis TDIP dijadikan andalan stabilitas harga pangan tanpa menyelesaikan persoalan di hulunya.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum efektif untuk memerangi inflasi. Hal ini disebabkan belum ada solusi konkrit dari permasalahan ekonomi yang ada.
Ekonom Faisal Basri mengatakan akar permasalahan ada di konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar memicu konsumsi, spekulasi hingga termasuk juga adanya ketidaklancaran distribusi barang.
"Hari Kamis rapat koordinasi nasional TPID, Pak Jokowi katakan empat kunci perangi inflasi tapi enggak terkait akar masalah," ujar Faisal di Jakarta, Senin (8/8).
Dia mengaku pesimis TDIP dijadikan andalan stabilitas harga pangan tanpa menyelesaikan persoalan di hulunya. Selain itu, operasi pasar yang dilakukan pemerintah juga tak selamanya berhasil.
"Kalau terjadi kenaikan atau penurunan harga Pemda harus sediakan dana operasi pasar dari APBD, seberapapun operasi pasar akan habis," katanya.
Faisal menambahkan, inflasi Indonesia juga belum terlalu bagus. Sebab, inflasi di Indonesia masih kalah ketimbang negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand dan Filipina.
"Saya rinci inflasi kita diperkirakan masih ada di sekitaran 4 persen lebih tinggi dibandingkan Thailand. Sedangkan, Thailand di sekitaran 2 persen, walaupun turun dari beberapa tahun sebelumnya tapi tetap tidak lebih baik dari negara lain," pungkasnya.
Baca juga:
Mendag Enggar ultimatum Bulog, wajib beli berapapun beras petani
Rayakan HUT RI, PGN gratiskan warga naik bajaj gas selama seminggu
Semen Padang bangun pabrik pengepakan semen senilai Rp 75 M
Dorong investasi di luar Jawa, BKPM ajak pemda promosi peluang usaha
Mengkhawatirkan, ekspor-impor China anjlok parah
Bos BI: Pemotongan belanja pemerintah tak ganggu pertumbuhan ekonomi
Awal pekan, Rupiah melemah ke level Rp 13.162 per USD