TNP2K: 22,3 Juta orang kaya masih terima subsidi listrik
Penerimaan subsidi untuk 900 VA dalam pemakaian rata-rata 124 kWh per bulan menerima subsidi sebesar Rp 101.000 per bulan. Dan untuk pemakai 450 VA dengan rata-rata pemakaian Rumah Tangga miskin sebesar 67,56 kWh mendapat subsidi sebesar Rp 66.000 per bulan.
Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Ruddy Gobel mengatakan masyarakat golongan kaya masih mendominasi pemakaian subsidi listrik. Saat ini, jumlah penerima subsidi listrik yang merupakan pelanggan 900 Volt Ampere (VA) sebanyak 22,3 juta.
"Menurut data, untuk pemakai subsidi 450 VA sebanyak 22,8 juta sedangkan untuk subsidi 900 VA sebanyak 22,3 juta, jadi total penerima subsidi ada 45,1 juta jiwa. Dari keseluruhan tersebut masih didominasi masyarakat kaya," ujar Ruddy seperti dilansir Antara, Jumat (18/11).
Penerimaan subsidi untuk 900 VA dalam pemakaian rata-rata 124 kWh per bulan menerima subsidi sebesar Rp 101.000 per bulan. Dan untuk pemakai 450 VA dengan rata-rata pemakaian Rumah Tangga miskin sebesar 67,56 kWh mendapat subsidi sebesar Rp 66.000 per bulan.
Hal tersebut harus diubah dan disesuaikan lagi target pemakainya. Dirjen Ketenagalistrikan sendiri sudah melakukan sosialiasi penyesuaian tarif listrik mulai Juli 2017 tidak menerima subsidi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman mengatakan pada bulan Juli dikenakan tarif 'adjusment' seperti pelanggan lainnya yang sudah mencapai tarif keekonomian dan tidak menerima subsidi listrik.
Pada tahun 2015 subsidi listrik paling besar dinikmati oleh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang mencapai Rp49,32 triliun. Namun, demikian, pada dua golongan pelanggan ini masih terdapat rumah tangga yang tidak layak mendapat subsidi.
Menurut data terpadu penanganan program fakir miskin, dari total 23 juta pelanggan rumah tangga daya 900 VA, hanya 4,1 juta yang layak diberikan subsidi.
Kebutuhan subsidi listrik tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp 44,98 triliun. Angka tersebut menurun dari kebutuhan subsidi listrik tahun 2016 yaitu sebesar Rp 65,15 triliun.
Baca juga:
Oktober 2016, tarif listrik 12 golongan naik tipis
PLN kembali beri diskon tarif listrik untuk pelaku industri
Harga cabai merah hingga uang sekolah makin mahal sepanjang Agustus
Tak relevan, PLN usulkan ubah formulasi hitungan tarif listrik
Siapkan dana Rp 48,6 T, tak ada pencabutan subsidi listrik di 2017
Ini tarif stasiun pengisian listrik untuk para PKL
Rupiah menguat, tarif listrik 12 golongan ini turun