LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tingkat Mobilitas Masyarakat Telah Kembali Seperti Sebelum Pandemi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tingkat pergerakan masyarakat saat ini telah kembali ke level sebelum pandemi Covid-19. Bahkan bila dibandingkan dengan Februari 2020, mobilitas masyarakat lebih tinggi saat ini.

2021-11-16 13:26:14
Pemulihan Ekonomi Nasional
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tingkat pergerakan masyarakat saat ini telah kembali ke level sebelum pandemi Covid-19. Bahkan bila dibandingkan dengan Februari 2020, mobilitas masyarakat lebih tinggi saat ini.

"Mobilitas ini sudah melebihi situasi Februari tahun lalu atau sebelum pandemi, karena meskipun Covid sudah ada sejak tahun 2019, tetapi baru ditetapkan sebagai pademi pada bulan Maret 2020," kata Sri Mulyani di acara CEO Networking 2021, Selasa (16/11).

Kondisi ini tercerimin dari pergerakan masyarakat di sekitar ritel dan groseri yang sudah meningkat. Hal ini membuat sektor perdagangan semakin resilien dibandigkan saat terhantam Covid-19 varian delta pada pertengahan tahun ini.

Advertisement

"Kalau kita lihat sekarang ini sudah di atas atau kembali pra pandemi. Terutam di daerah ritel dan groseri ini sudah tinggi, ini membuat perdagangan kita yang resiliensi," kata dia.

Selain itu, indeks keyakinan konsumen (IKK) juga menunjukkan perbaikan di level 113,4. Perbaikan terjadi di semua kategori, tingkat pendidikan dan kelompok umur responden. Peningkatan jut aterjadu di hampr semua kota yang dilakukan survei.

"IKK kita sudah kembali naik, kita harap Q4 yang sempat melemah bisa naik lagi dan itu akan tumbuh ke pemulihan," kata dia.

Advertisement

Sementara itu dari sisi inflasi, Sri Mulyani mengatakan di Indonesia masih terkendali. Meskipun berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat tengah mengalami gejolak inflasi yang tinggi.

"Komplikasi kenaikan harga di Eropa dan Amerika Serkiat ini sudah tinggi tapi, Indonesia mampu mengendalikan inflasi," kata dia.

Dia menambahkan selama ini kenaikan gejolak harga di dalam negeri masih bisa dikendalikan, baik karena kebutuhan permintaan yang tinggi namun suplai terbatas, atau gangguan suplai lainnya. Namun tak dapat dipungkiri inflasi yang tinggi di berbagai negara tersebut harus juga diantisipasi pemerintah.

Baca juga:
Sri Mulyani Catat Pendapatan Negara Naik 18,2 Persen: APBN Mulai Pulih
Airlangga: Kebijakan Gas dan Rem Efektif Tangani Pandemi
Dorong Pemulihan Ekonomi, Anak Muda Diminta Terjun ke Pertanian
Pemerintah Masih Kaji Keikutsertaan RI dalam Vaccinated Travel Lanes
Ini Rincian Belanja Dana PEN Sebesar Rp483,9 Triliun per 12 November 2021
Penambahan Kasus Covid-19 RI Diklaim Lebih Kecil Dibanding Negara Lain

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.