THR dan gaji ke-13 PNS diharap bisa genjot penjualan ritel tahun ini
"Kita harapkan 15-20 persen dari tahun lalu karena ada THR dan gaji ke-13. Itu sudah dibedakan. Mestinya lebih baik dari tahun lalu karena THR diberikan hampir Rp 35 triliun untuk para pensiunan kemudian PNS dan sebagainya yang cukup signifikan di mana tahun lalu tidak ada. Jadi diharapkan konsumsi akan lebih baik."
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey berharap kinerja penjualan ritel tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Perbaikan tersebut akan didorong naiknya konsumsi masyarakat yang menerima THR dan PNS yang juga menerima gaji ke-13.
"Kita harapkan 15-20 persen dari tahun lalu karena ada THR dan gaji ke-13. Itu sudah dibedakan. Mestinya lebih baik dari tahun lalu karena THR diberikan hampir Rp 35 triliun untuk para pensiunan kemudian PNS dan sebagainya yang cukup signifikan di mana tahun lalu tidak ada. Jadi diharapkan konsumsi akan lebih baik," ungkapnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/6).
Dengan adanya THR dan gaji ke-13, masyarakat terutama kalangan PNS dan pensiunan bakal lebih terbantu dalam mengalokasikan belanjanya. "THR untuk konsumsi, gaji ke-13 untuk pendidikan. Karena itu diberikan pada 1 juli. Itu sangat bantu masyarakat karena tidak memikirkan pengeluaran rutin sekolah dan sebagainya," jelas dia.
Selain itu, Roy optimis perhelatan Asian Games dan annual meeting IMF-World Bank diprediksi juga akan mendorong naiknya konsumsi masyarakat.
"Kita optimistis karena banyak perhelatan internasional Asean Games dan IMF-WB jadi beberapa acara ini akan kontribusi ke pemakaian konsumsi baik pangan maupun sandang," tandasnya.
Baca juga:
Pemerintah sebut 87 persen pegawai honorer dihasilkan oleh pemda
Sri Mulyani: Penganggaran THR untuk PNS sudah dibahas dari 2017 lalu
DPR dan pemerintah gelar rapat bahas nasib honorer K-2
BPIP bakal beri wawasan Pancasila ke TNI, Polri dan ASN
Gerindra pertanyakan anggaran Rp 35 triliun untuk gaji 13 dan THR