Terungkap! Bulog Jamin Pasokan Beras Bulog Aman, Stok CBP Capai 3,9 Juta Ton
Perum Bulog memastikan Pasokan Beras Bulog, baik SPHP maupun premium, aman di seluruh ritel. Stok CBP mencapai 3,9 juta ton, siap penuhi kebutuhan masyarakat.
Perum Bulog secara tegas menyatakan bahwa pasokan beras di pasar tidak mengalami kelangkaan, baik untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun jenis beras premium. Kepastian ini disampaikan setelah Bulog bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa toko ritel modern di Jakarta. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penyaluran beras SPHP berjalan lancar dan stoknya selalu terjaga di berbagai wilayah.
Sidak yang dilakukan di Alfamart, Indomaret, dan Grand Lucky di kawasan Radio Dalam, Jakarta, pada Minggu lalu, menunjukkan ketersediaan beras yang memadai. Rizal menjelaskan bahwa pemerintah telah berupaya maksimal untuk mendistribusikan beras SPHP dan premium ke ritel-ritel di Jakarta serta wilayah lain seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, Maluku, hingga Papua. Hal ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses beras dengan mudah dan harga yang terkendali.
Beras SPHP terpantau dijual dengan harga sesuai ketentuan, yakni Rp62.500 per 5 kilogram, sementara beras premium seperti Punokawan dan Befood Setra Ramos dijual Rp74.500 per 5 kilogram, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketersediaan beras dari produsen swasta seperti Topi Hoki dan Anak Raja juga turut melengkapi pilihan di pasar. Langkah ini diharapkan dapat menjawab isu kelangkaan beras yang sempat beredar di masyarakat.
Strategi Bulog Jamin Ketersediaan Pasokan Beras di Seluruh Wilayah
Perum Bulog terus mengoptimalkan strategi distribusi untuk menjamin ketersediaan Pasokan Beras Bulog di seluruh pelosok negeri. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan komitmen pemerintah dalam menyalurkan beras, baik SPHP maupun premium, ke berbagai titik penjualan. Penyaluran ini mencakup tidak hanya ritel modern tetapi juga pasar tradisional, memastikan aksesibilitas bagi semua lapisan masyarakat.
Rizal mengungkapkan, "Jadi kami dari pemerintah sudah semaksimal mungkin untuk menyalurkan beras-beras, baik SPHP maupun beras premium ke ritel-ritel yang ada di Jakarta dan sekitarnya, maupun di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali, NTT, termasuk juga yang ada di Maluku maupun yang ada di Papua." Pernyataan ini menunjukkan jangkauan distribusi Bulog yang luas, meliputi seluruh wilayah Indonesia.
Hingga saat ini, penyaluran beras SPHP telah mencapai angka 400 ribu ton, yang didistribusikan ke pasar tradisional maupun ritel modern. Angka ini menjadi bukti nyata upaya Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah kebutuhan masyarakat. Ketersediaan beras dengan harga yang terjangkau menjadi prioritas utama dalam program ini.
Selain itu, Bulog juga memastikan bahwa beras SPHP yang disalurkan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Perusahaan menerapkan sistem first in, first out (Fifo) dan first expired first out (Fefo) untuk menjamin rotasi stok berjalan baik. Hal ini penting untuk menjaga kesegaran dan kualitas beras yang sampai ke tangan konsumen, sekaligus menghindari penumpukan stok lama.
Pengawasan Ketat dan Stok Cadangan Beras Pemerintah yang Melimpah
Guna memastikan Pasokan Beras Bulog tetap aman dan stabil, Bulog secara rutin melakukan peninjauan dan pengawasan di berbagai lini. Inspeksi tidak hanya dilakukan di toko ritel, tetapi juga di gudang penyimpanan dan pasar-pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras sesuai kebutuhan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Rizal menjelaskan, "Ini menunjukkan bahwa pemerintah mendorong sepenuhnya untuk penyaluran beras ke seluruh ritel-ritel modern, maupun nanti ke pasar-pasar. Supaya isu terkait dengan kelangkaan beras bisa dijawab dengan apa yang ada sekarang saat ini." Pengawasan ini juga bertujuan untuk memantau harga agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas HET.
Kondisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog saat ini sangat kuat. Hingga awal September 2025, Bulog mencatat stok CBP mencapai sekitar 3,9 juta ton. Angka ini menunjukkan kapasitas Bulog yang besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan menjamin ketersediaan beras dalam jangka panjang.
Dengan stok yang melimpah ini, Bulog optimistis dapat memenuhi target penyaluran beras SPHP yang direncanakan mencapai 1,3 juta ton. Dukungan dari pemerintah, termasuk rencana bantuan pangan untuk empat bulan ke depan, semakin memperkuat posisi Bulog dalam menjaga Pasokan Beras Bulog. Hal ini memberikan kepastian bagi masyarakat terkait ketersediaan pangan pokok.
Sumber: AntaraNews