Tertekan ekonomi China, IHSG ditutup melemah tipis
IHSG hari ini ditutup melemah 5,06 poin atau 0,10 persen pada level 4.893,15.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah 5,06 poin atau 0,10 persen pada level 4.893,15. Sementara, indeks LQ45 turun 0,12 persen pada 829,34 poin. Rupiah pada kurs tengah BI melemah 104 poin pada Rp 11.590 per USD.
Bursa Nikkei ditutup menguat 1,09 persen pada level 14.546,27 poin. Hang Seng melemah 0,97 persen pada level 22.509,64 poin. Straits Times turun 0,65 persen pada level 3.256,16 poin.
Bursa-bursa di Eropa dibuka negatif. FTSE terkoreksi 0,05 persen, DAX menguat 0,23 persen dan CAC positif 0,39 persen.
Equity Analyst Asia Financial Network Agus Susanto Benzaenuri memaparkan, IHSG lebih banyak berada pada area negatif meskipun sempat berada dalam teritori positif pada perdagangan tadi hingga akhirnya ditutup turun tipis dibandingkan dengan penutupan kemarin.
"Pelemahan IHSG terjadi sejak awal sesi setelah data manufaktur China kembali menunjukkan penurunan," kata Agus, Rabu (23/4).
Secara sektoral, sektor konsumer, properti dan keuangan menekan perdagangan IHSG sementara sektor tambang dan perkebunan masih bertahan positif.
Dalam perdagangan hari ini, tercatat sebanyak 5,22 miliar saham ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 5,84 triliun dengan setiap satu saham yang menguat lebih dari satu saham lainnya terkoreksi. Meskipun perdagangan hari ini negatif, investor asing masih membukukan pembelian bersih sebesar Rp 457,43 miliar.
Saham-saham yang membuat IHSG tertekan berdasarkan rata-rata tertimbang diantaranya Unilever Indonesia (UNVR) terkoreksi 2,76 persen ditutup pada level Rp 29.975, saham Bank BRI (BBRI) terkoreksi 1,72 persen ditutup pada harga Rp 10.025, saham Charoen Pokphand (CPIN) yang melemah 1,65 persen pada harga Rp 3.870, Mayora Indah (MYOR) yang turun 3,21 persen pada level Rp 28.650, dan saham Holcim Indonesia (SMCB) yang terkoreksi 3,74 persen ditutup pada level Rp 2.700.
Mayoritas bursa Asia ditutup negatif, sementara bursa Eropa diperdagangkan dalam teritori negatif pasca data manufaktur China yang di survey HSBC berada pada level 48,3 poin atau masih menunjukkan penurunan sehingga semakin mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi China akan melambat pada kuartal ini. Data resmi dari pemerintah sendiri akan dirilis awal bulan depan.
Sementara itu, bursa Nikkei masih bertahan positif setelah didukung penguatan signifikan sektor ritel dan otomotif meskipun dibayangi perlambatan China.
Baca juga:
IHSG berpeluang lanjut menguat
IHSG ditutup menguat 5,92 poin
IHSG dibuka melemah 2,42 poin
IHSG cenderung lanjut melemah
Aksi ambil untung bawa IHSG ditutup memerah