Ternyata Segini Gaji Layak untuk Hidup di Jakarta Menurut Para Pakar, Nominal UMR Tidak Cukup?
Berbagai pendapat pakar mengungkapkan kisaran gaji layak untuk hidup di Jakarta, mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta per bulan.
Jakarta dikenal dengan salah satu kota dengan biaya hidup yang sangat tinggi. Berbagai pakar keuangan memberikan pandangan yang beragam mengenai berapa gaji layak untuk hidup di kota metropolitan ini.
Dari pernyataan para pakar tersebut, terlihat jelas bahwa angka yang diajukan bervariasi, tergantung pada gaya hidup dan kebutuhan individu.
Andy Nugroho, seorang pakar perencana keuangan, memperkirakan bahwa gaji sebesar Rp5 juta per bulan mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak bagi seseorang yang belum menikah, terutama bagi generasi Z dan milenial.
Anggaran ini mencakup biaya kontrakan sebesar Rp1,5 juta, biaya makan Rp1,8 juta, transportasi Rp600.000, kuota internet Rp100.000, dan pakaian Rp500.000, dengan sisa Rp500.000 untuk ditabung.
Namun, perlu dicatat bahwa anggaran ini sangat ketat dan mengasumsikan gaya hidup yang sangat sederhana, menggunakan transportasi umum, dan menghindari makan di restoran mewah.
Sementara itu, Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menyatakan bahwa berdasarkan survei internal, gaji layak hidup di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja adalah sekitar Rp6,9 juta per bulan.
Dia bahkan menuntut kenaikan gaji hingga Rp7 juta per bulan mengingat tingginya biaya hidup di Jakarta. Pendapat ini menunjukkan bahwa gaji Rp5 juta yang diusulkan Andy Nugroho mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pekerja yang lebih kompleks.
Menurut Data BPS
Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa biaya hidup di Jakarta mencapai Rp14,8 juta per bulan pada tahun 2022. Angka ini jauh lebih tinggi dari Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta, yang saat ini berada di kisaran Rp5,3 juta - Rp5,4 juta.
Data BPS menunjukkan bahwa biaya hidup di Jakarta sangat bervariasi tergantung pada gaya hidup dan lokasi tempat tinggal. Meskipun angka Rp14,8 juta merupakan rata-rata, banyak individu yang merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan gaji yang lebih rendah dari angka tersebut.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor saat menentukan gaji yang layak untuk hidup di Jakarta.
Realitas Gaji dan Kebutuhan Hidup di Jakarta
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Mirah Sumirat pernah menilai bahwa besaran upah UMR di Jakarta belum cukup untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan masyarakat, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga.
Dia menjelaskan bahwa biaya sewa di Jakarta sudah terbilang tinggi, dan kebutuhan utama lainnya seperti pangan, listrik, dan internet juga terus meningkat. Jika dihitung secara kasar, biaya makan seorang individu yang harus makan tiga kali sehari mencapai Rp900.000 per bulan. Ini belum termasuk kebutuhan lainnya seperti sandang, papan, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan rekreasi.
Elly, seorang pakar ekonomi, menilai bahwa setidaknya buruh perkotaan seharusnya menerima upah antara Rp6 - Rp7 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup secara layak. Dia menekankan bahwa angka ini merupakan batas minimal yang harus diperhatikan, terutama dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya sewa, dan transportasi yang terus meningkat.