Terintegrasi Kereta Cepat, LRT Bandung Raya Akan Punya Double Track
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan membangun satu rel tambahan untuk pengoperasian Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya sehingga menjadi double track. Ini menanggapi usulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bisa tersambung dengan LRT Bandung Raya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan membangun satu rel tambahan untuk pengoperasian Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya sehingga menjadi double track. Ini menanggapi usulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bisa tersambung dengan LRT Bandung Raya.
Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, LRT tersebut berfungsi sebagai angkutan pengumpan (feeder) dari Stasiun KCJB di Tegalluar menuju Stasiun Kereta Api di Kota Bandung.
"Kita siapinnya seperti KA Railing seperti Kereta Bandara (Soekarno-Hatta), panjangnya 16 km. Jadi trasenya di sana baru single track kita tambah satu lagi, jadi double track," jelas dia di Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14/5).
Dia menjelaskan, fungsi penambahan track ini, agar tidak terjadi penumpukan pengoperasian KCJB, kereta api eksisting dan LRT akibat single track. Dengan begitu, akan dibentuk perusahaan patungan atau joint venture bersama badan usaha yang terlibat dalam proyek kereta cepat.
"Nanti bikin joint venture. Ada PT KAI, Wika (Wijaya Karya), Wika Realty, KCIC. KCIC ikut karena butuh integrasi dan kebetulan lahan yang akan dipakai stasiun LRT itu lahannya sudah dimiliki KCIC. Jadi share kami sebesar lahan yang kita miliki," tuturnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pertamina Siapkan Opsi Lahan Reklamasi Bangun Kilang Tuban
Ridwan Kamil Yakin Kehadiran Kereta Cepat Naikkan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Pertama di Asia Tenggara, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditarget Selesai 2020
Bank BNI Kontribusi 23,93 Persen Pembiayaan Tol Pandaan - Malang
Temui Luhut, Gubernur Maluku Utara Lapor Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan Lift JPO Jalan Sudirman Ditarget Rampung Akhir Mei 2019