Terbitkan 7 Seri SBR, Kemenkeu Telah Raup Rp37 Triliun
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mencatat bahwa penjualan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel Saving Bond Ritel (SBR) sejauh ini telah mencapai Rp 37 triliun. Terbaru, SBR-007, penjualannya pun telah melampaui target sebesar Rp 2 triliun.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mencatat bahwa penjualan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel Saving Bond Ritel (SBR) sejauh ini telah mencapai Rp37 triliun. Terbaru, SBR-007, penjualannya pun telah melampaui target sebesar Rp2 triliun.
"SBR007 pun masih laku Rp3,2 triliun. Jauh di atas target kita Rp2 triliun. Jadi memang tergantung dari preferensi si investor dan juga timing imbal hasil turun," kata Luky saat dijumpai di Kantornya, Jakarta, Kamis (8/8).
Terlampauinya target SBR007 ini mengikuti jejak instrumen surat utang sebelumnya. Di mana, seri SBR005 penerimaan yang didapat mencapai Rp4 triliun dari target indikatif sebesar Rp2 triliun.
Kemudian untuk ST003 penerimaan dana yang didapat mencapai angka Rp3,1 triliun dari target Rp2 triliun. Sedangkan, penerimaan untuk SBR006 yang diterbitkan pada awal April lalu masih dalam perhitungan pihaknya.
"Target pemerintah dari penerbitan SBR (sampai akhir tahun) Rp60-70 triliun. Sampai SBR007 kemarin total sudah Rp37 triliun," jelasnya.
Sebagai informasi, pemerintah memberikan tingkat kupon SBR007 sebesar 7,50 persen untuk periode 3 bulan pertama yang dimulai pada tanggal 31 Juli 2019 sampai dengan 10 Oktober 2019. Di mana pembayaran kupon akan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulannya.
Baca juga:
Waskita Karya Siap Terbitkan Global Bond Senilai Rp3 Triliun
OJK Minta Perbankan Siapkan Rencana Restrukturisasi Utang Anak Usaha Duniatex
Obligasi Jadi Investasi Paling Menarik dalam 3 Bulan Mendatang
S&P Naikkan Peringkat Kredit Lippo Karawaci Menjadi B- Prospek Stabil
Pasar Obligasi RI Diprediksi Terus Menguat Hingga Akhir 2019
Pefindo Prediksi Penerbitan Obligasi Meningkat di Semester II-2019
Ridwan Kamil Bakal Terbitkan Obligasi Dorong Pembangunan Jawa Barat