Tepung kelapa asal Sulut makin laris di Jerman
"Pada awal Juli 2016 kembali diekspor tepung kelapa ke Jerman sebanyak 25 ton."
Permintaan ekspor produk tepung kelapa asal Provinsi Sulawesi Utara ke Jerman cukup tinggi, dan menyusul permintaan masih terus berdatangan.
"Pada awal Juli 2016 kembali diekspor tepung kelapa ke Jerman sebanyak 25 ton, dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar USD 38.325," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, T Hasudungan Siregar seperti ditulis Antara Manado, Kamis (28/7).
Dia mengatakan, Jerman merupakan salah satu negara di Eropa yang cukup potensial memanfaatkan produk dari Sulut terutama tepung kelapa.
Hasudungan menyatakan permintaan yang rutin dilakukan pembeli atau buyers Jerman ini, harus dimanfaatkan dengan baik oleh pengekspor Sulut. Jangan sampai pasar beralih ke daerah lain, mengingat untuk meyakinkan pasar luar negeri sangat sulit.
"Kualitas produk maupun kuantitas tepung kelapa harus selalu dijaga dan ditingkatkan, karena bisa mempengaruhi pasar internasional."
Tepung kelapa, merupakan produk turunan kelapa yang sangat laris di pasar Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika. Namun, negara-negara bagian Eropa dan Asia yang paling banyak mengonsumsi tepung kelapa asal Sulut.
Tepung kelapa dari Sulut menjadi bahan baku makanan seperti roti, kue kering, dan lainnya.
Baca juga:
Sepatu asli buatan anak negeri resmi diluncurkan
Kerajinan antik Made In Bali diserbu masyarakat Prancis
Ini momen-momen senjata Pindad kejutkan dunia internasional
Canggih, senjata buatan Pindad mampu tembus rompi antipeluru AS
Produk halal asal Indonesia jadi buruan turis di Taiwan
Alibaba luncurkan portal jual beli produk unggulan Indonesia
Gerbong kereta buatan anak bangsa segera dikirim ke Mesir