Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kerajinan antik Made In Bali diserbu masyarakat Prancis

Kerajinan antik Made In Bali diserbu masyarakat Prancis Gelar Produk Fesyen dan Kerajinan Nusantara. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Aneka kerajinan yang dibuat antik dan unik oleh pengrajin Bali sangat disenangi konsumen asal Prancis. Perdagangan ke Prancis saat ini kembali kondusif.

"Barang kerajinan jenis unik dan antik itu memang disenangi konsumen berbagai kalangan di Prancis," kata seorang pengusaha aneka kerajinan Bali, Ni Nyoman Kusuma seperti ditulis Antara Gianyar, Jumat (22/7).

Beberapa jenis barang yang lancar diekspor ke salah satu negeri Eropa itu seperti perabotan rumah tangga, dibuat dari berbahan baku kayu, pakaian jadi bukan rajutan dan kerajinan berbahan baku kulit.

Lancarnya perdagangan aneka barang kerajinan ke Prancis tersebut, berkat berkembangnya sektor pariwisata, karena semakin lancar transportasi udara, wisatawan asing asal Prancis dan Eropa lainnya semakin ramai ke Pulau Dewata.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan, aneka anyaman yang banyak diperdagangkan ke Prancis, di samping perabotan rumah tangga, pakaian jadi bukan rajutan dan berbagai jenis patung berbahan baku kayu.

Masyarakat Prancis memiliki kesenangan terhadap aneka kerajinan jenis antik dari Bali mengimpor sekitar 11,50 persen anyaman yang dibuat dari bahan baku bambu yang dikombinasikan dengan rotan selama Mei 2016.

Di samping itu, sekitar 3,18 persen pakaian jadi bukan rajutan, 4,79 persen kerajinan berbahan baku kayu dan perabotan rumah tangga yang diperdagangkan dan dibeli oleh konsumen Prancis selama Mei.

Banyak pengusaha luar negeri membeli aneka barang kerajinan khas Bali untuk dijual kembali di negerinya. Konsumen Prancis membeli terbanyak aksesori asal Pulau Dewata di antara 26 negara pembeli di kawasan Eropa.

BPS Bali mencatat, impor Prancis selama Januari-Mei 2016 dari Bali bernilai USD 8,1 juta, konsumen asal Spanyol ada diurutan kedua pembeli terbanyak di kawasan Eropa seharga USD 7,6 juta.

Jerman dan Belanda mengimpor aneka barang kerajinan Bali dengan angka masing-masing USD 5,8 juta dan USD 5,3 juta selama Mei 2016 dan jumlah itu diharapkan akan terus bertambah banyak.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP