LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tekan Stunting, KKP Ajak Masyarakat Garut Konsumsi Ikan

Aryo menyebut sejauh ini baru 3 Provinsi di Indonesia yang lepas dari masalah stunting. Sedangkan Provinsi Jawa Barat sendiri masih belum terlepas dari masalah stunting, salah satunya ada di Garut.

2019-08-09 19:06:05
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Advertisement

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar melakukan sosialisasi Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ke daerah-daerah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak konsumsi ikan domestik.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono mengatakan, peningkatan konsumsi ikan ini menjadi penting karena kandungan gizi pada ikan mampu mengatasi masalah hambatan pertumbuhan (stunting) yang melanda di beberapa daerah di Indonesia.

Aryo menyebut sejauh ini baru 3 Provinsi di Indonesia yang lepas dari masalah stunting. Sedangkan Provinsi Jawa Barat sendiri masih belum terlepas dari masalah stunting, salah satunya ada di Garut.

Advertisement

"Mengonsumsi ikan mampu atasi gizi buruk. Makanya kami akan terus mengajak masyarakat terus makan ikan, terutama daerah yang tingkat konsumsinya masih rendah. Salah satunya di Garut ini," jelasnya melalui keterangan remsinya, Jumat (9/8).

Berdasarkan catatan, angka konsumsi ikan Kabupaten Garut tahun 2018 hanya sebesar 20,70 Kg per kapita, posisi ini masih di bawah angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat 29,64 Kg per kapita. Jumlah ini bahkan jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional yang sebesar 50,69 Kg per kapita.

"Bukan hanya Garut, masih banyak daerah yang tingkat konsumsinya rendah. Makanya kami nanti kami akan hadir di sana," paparnya.

Advertisement

Apalagi menurut Aryo, di tengah jumlah penduduk yang terus meningkat, sangat penting menjaga ketahanan pangan. Ikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Oleh karena itu, ketersediaannya harus cukup, baik diperoleh dari perikanan tangkap maupun hasil budidaya.

"Salah satu kegiatan untuk menjaga ketersediaan ikan ya restocking, dengan menebar benih ikan nilem seperti yang baru saja dilakukan di Situ Bagendit ini," ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengungkapkan, ikan menjadi bagian penting dari upaya mencerdaskan dan meningkatkan gizi anak-anak Garut yang saat ini jumlah mencapai 400 ribu jiwa dari total jumlah 2,7 juta penduduk Garut. "Bila ini upaya peningkatan konsumsi ikan terus dilaksanakan maka akan tercipta generasi emas pada tahun 2045 mendatang," yakinnya.

Rudy juga mengklaim, program dan bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat telah berhasil menekan angka kemiskinan di Kabupaten Garut turun sebesar 2 persen yaitu dari 11,27 persen di 2017 menjadi 9,27 persen di 2018.

"Kontribusi bantuan yang diberikan pusat untuk garut sangat besar terutama untuk penurunan angka kemiskinan," pungkasnya.

Baca juga:
Garut Masuk Dua Besar Kasus Stunting di Jawa Barat
Cara Freeport Bantu Tanggulangi Masalah Stunting di Papua
Simak, Fokus Pembangunan Pemerintahan Jokowi Periode II
Angka Stunting di Sragen Mencapai 25 Persen
Presiden Jokowi Fokuskan Pagu RAPBN 2020 untuk Program Prioritas Pada Visi Indonesia
Dalam 2 Bulan Penderita Gizi Buruk di Serang Bertambah 18 Orang, Total 102 Jiwa

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.