Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Simak, Fokus Pembangunan Pemerintahan Jokowi Periode II

Simak, Fokus Pembangunan Pemerintahan Jokowi Periode II Diskusi Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk periode 2020-2024. Dalam penyusunan tersebut, ada beberapa fokus yang masih akan dilanjutkan pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dalam 5 tahun ke depan pekerjaan besar yang masih akan dilakukan adalah pembangunan infrastruktur.

"Presiden berikan arahan waktu di Sentul apa yang menjadi arahan beliau, terlihat ada keberlanjutan yang saat ini masih berlangsung yaitu masih dilanjutkannya pembangunan infrastruktur," kata Menteri Bambang dalam paparannya, di Jakarta, Rabu (23/7).

Menteri Bambang menyebut, meski pembangunan infrastruktur sudah dilakukan di 5 tahun pertama kepemimpinan Jokowi, namun belum cukup. Sebab masih ada beberapa daerah yang belum terkoneksi.

"Tetapi tentunya untuk negara sekomplek Indonesia dengan kepulauan terbesar maka tidak heran belum selesai sehingga masih akan berlanjut," katanya.

Kendati begitu, fokus pemerintah dalam membangun infrastruktur tidak sekedar pada pembangunan jalan saja. Melainkan pembangunan infrastruktur nantinya akan disambungkan dengan kawasan ekonomi khusus, pariwisata, sektor pertanian hingga kawasan perikanan.

"Artinya membangun infrastruktur bukan hanya semata pembangunan infrastruktur itu sendiri tapi dimensi wilayah sekitarnya. Tujuan utamanya adalah ada jalan tapi di daerah sekitar tersebut harus berkembang, sehingga harus melihat ke depan wilayahnya," bebernya.

Sektor lain yang masih akan dilanjutkan oleh Presiden Jokowi adalah masalah kesehatan dan pendidikan. Di mana, pada kesehatan yang menjadi prioritas pemerintah ke depan yaitu mengenai stunting dan angka kematian ibu saat melahirkan.

"Kita harapkan dari kesehatan isu ketinggalan masalah stunting ibu yang mengandung kemudian juga kematian ibu melahirkan harus dijadikan prioritas," tegasnya.

Sementara untuk sektor pendidikan, pemerintah masih akan fokus terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten agar mampu berdaya saing. Tentu saja, peran ini tidak lepas dari program vokasi yang kini tengah dilakukan oleh pemerintah.

"Otomatis pendidikan, sekarang kita bicara kualitas. SDN kita sudah harus beralih kepada kualitas pendidikan menjadikan vokasi," kata Menteri Bambang.

Menteri Bambang melanjutkan, tidak kalah penting menjadi prioritas pemerintah ke depan yakni mendatangkan investasi ke dalam negeri. Pemerintah, kata dia, akan terbuka untuk menggaet investor asing masuk. Tentu saja ini bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

"Karena orang tidak sadar datangnya investasi untuk mendatangkan lapangan pekerjaan. Kalau ada investasi otomotif dibuka, maka jangan hanya dihitung jumlah pekerja yang diserap, tapi mereka butuh suku cadang, mereka bisa membeli dari suku cadang dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan, jadi ada nilai tambahan," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP