Tekan praktik truk kelebihan muatan, Kemenhub optimalkan angkutan kereta dan kapal
Harapannya, fungsi jalan raya sebagai salah satu urat nadi penyambung kegiatan ekonomi dapat terus terjaga dengan baik, tidak mudah rusak akibat sering dilintasi kendaraan besar bermuatan lebih. Pemerintah hingga akhir tahun juga bakal menambah keberadaan jembatan timbang menjadi 43 unit.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini terus menggodok aturan terkait kendaraan barang muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Salah satu langkah antisipatifnya yakni dengan mengoptimalkan fungsi kereta dan kapal sebagai angkutan barang.
"Salah satu alternatif yang kita usulkan adalah memindahkan angkutan barang menggunakan kereta, atau angkutan sungai danau atau laut. Satu rangkaian kereta dengan misal 20 bus transportasi, berarti bisa 20-40 truk," ungkap Direktur Pembinaan Keselamatan Transportasi Kemenhub, M Rizal Wasal, di Jakarta, Jumat (12/10).
Sehingga, lanjutnya, fungsi jalan raya sebagai salah satu urat nadi penyambung kegiatan ekonomi dapat terus terjaga dengan baik, tidak mudah rusak akibat sering dilintasi kendaraan besar bermuatan lebih.
"Dengan berkurangnya 40 truk kalau satu kereta sehari bisa berjalan 5 trip aja, berarti ada 100-200 truk. Artinya dampaknya cukup signifikan terhadap kemacetan dan keselamatan, ataupun kerusakan dari jalan yang dibangun," tutur dia.
Dia menyebutkan pemerintah hingga akhir tahun bakal menambah keberadaan jembatan timbang menjadi 43 unit. "Tahun ini kita akan membuka menjadi 43 jembatan timbang untuk mengawasi dari ODOL tadi. 43 ini se-Indonesia. Tahun depan 92," jelasnya.
Dia pun mengatakan, Kemenhub telah melibatkan berbagai asosiasi untuk mematangkan kebijakan ODOL ini, dan semuanya setuju. "Cuman ada yang minta waktu, ada juga yang minta langkah-langkah supaya mereka bisa tetap mengangkut barang-barang tanpa harus melakukan kesalahan, baik melanggar kendaraan ataupun daya dukung jalan," urainya.
"Banyak usulan-usulan yang membahas dimensi, mengganti jenis angkutannya. Kemudian kita pelajari mana yang tepat supaya ekonomi kita tetap berjalan karena daya dukung jalan," dia menambahkan.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Deliveree kini punya layanan FTL ke seluruh Pulau Jawa
JNE ungkap tiga faktor pemicu keterlambatan pengiriman barang
Transformasi digital, JNE gandeng Oracle kembangkan sistem pintar pelacakan barang
Bea Cukai Bali, NTB dan NTT luncurkan Pusat Logistik Berikat
PT KALOG operasikan rute baru Tanjung Priok-Klari
Menhub Budi setuju pajak angkutan barang gunakan kereta api dihilangkan
Ini penyebab angkutan barang menggunakan kereta api tak laku