Tekan pengangguran, pemerintah rombak iklim kemudahan usaha
Pemerintah telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap iklim kemudahan berusaha di Indonesia, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, dalam empat tahun terakhir.
Pemerintah telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap iklim kemudahan berusaha di Indonesia, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, dalam empat tahun terakhir.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, tujuan utamanya yaitu membuat perekonomian Indonesia bisa lebih produktif dan kompetitif, sambil terus meningkatkan kemandirian bangsa, sehingga bisa memberikan nilai tambah, terutama pembukaan lapangan kerja baru, dan menyerap pengangguran.
"Alhamdulillah, dengan kerja bersama, tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen," ujar dia di Gedung MPR/DPR Jakarta, Kamis (16/8).
Namun untuk mencapai hal tersebut bukan perkara yang mudah. Dalam empat tahun ini, pemerintah fokus untuk memperkuat pendidikan serta pelatihan vokasi untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) terampil, yang siap memasuki dunia kerja.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pendidikan tinggi untuk melakukan terobosan-terobosan sehingga lulusan perguruan tinggi bisa lebih adaptif di era Revolusi Industri 4.0.
Termasuk kemampuan dalam literasi digital, serta mampu menumbuhkan lebih banyak lagi wirausahawan-wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif.
"Tumbuh cepatnya generasi produktif mengharuskan kita bekerja lebih keras lagi untuk menciptakan dan membuka lapangan kerja baru melalui peningkatan daya saing investasi dan ekspor," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Jokowi: Kita tidak berhenti bekerja, rakyat harus sejahtera
Presiden Jokowi: Membangun mental dan karakter bangsa itu penting
Rupiah dibuka melemah di level Rp 14.618 per USD
Pengusaha yakin krisis ekonomi seperti Turki tak akan terjadi di Indonesia
Menko Darmin beberkan strategi tekan defisit transaksi berjalan