Tekan disparitas harga, Pelindo IV bangun konektivitas domestik
"Selama ini angkutan dilakukan lewat Surabaya dan Semarang, sudah pasti mengakibatkan biaya tinggi karena tambahan pengangkutan 3 sampai 5 hari untuk mencapai daerah tujuan di Kawasan Timur Indonesia," ungkap Doso Agung.
PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) membangun konektivitas domestik di semua pelabuhan yang ada di kawasan Indonesia Timur. Ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat kawasan tersebut mendapatkan barang kebutuhan dengan harga yang murah.
Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mengatakan, masih banyak daerah di Timur Indonesia kesulitan mendapatkan barang kebutuhannya yang disebabkan lamanya waktu proses pengiriman. Pengiriman harus ke Surabaya dan Semarang dikarenakan tidak adanya konektivitas atau pelayaran langsung sehingga menimbulkan biaya tinggi.
Sebagai contoh, tidak ada angkutan langsung Makassar - Jayapura - Makassar ataupun Nunukan – Tarakan – Balikpapan - Makassar, juga Palu-Makassar-Palu.
"Selama ini angkutan dilakukan lewat Surabaya dan Semarang, sudah pasti mengakibatkan biaya tinggi karena tambahan pengangkutan 3 sampai 5 hari untuk mencapai daerah tujuan di Kawasan Timur Indonesia," ungkap Doso Agung, Rabu (3/5).
Selain mengonsolidasi muatan domestik kebutuhan masyarakat kawasan itu, konektivitas ini juga akan memperkuat jalur ekspor langsung (direct export) maupun direct call. Terlebih saat ini sudah ada angkutan langsung Ro-Ro Davao - Bitung yang memerlukan supply cargo ekspor agar pelayaran langsung tersebut terua dapat berjalan dan membawa manfaat lebih besar bagi pelaku ekspor/impor.
Mewujudkan ini semua, Pelindo IV menggandeng pelayaran nasional PT Pelni. Menurutnya, konektivitas domestik sebagian telah dilakukan oleh PT Pelindo IV bekerja sama dengan salah satu perusahaan pelayaran lokal untuk membawa barang ekspor dan kebutuhan domestik Palu-Makassar-Palu serta Makaassar-Papua-Makassar berupa semen dan komoditas ekspor Papua ke Makassar.
Beberapa waktu lalu, Pelindo IV sudah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Semen Tonasa, untuk membantu mendistribusikan semen dari Pelabuhan Makassar ke Jayapura. Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, pada Selasa 2 Mei telah dilakukan pengiriman perdana sebanyak 60 kontainer semen ke Papua dari target 500 kontainer per bulan, melalui Pelabuhan Makassar.
"Pelindo IV ingin membantu masyarakat di seluruh Kawasan Timur Indonesia, agar bisa mendapatkan barang kebutuhannya secara cepat dengan harga yang lebih murah dari biasanya," ujar Doso.
Dia berharap apa yang telah dilakukan mampu menekan disparitas harga semen. "Ini bisa dibuktikan dari pengiriman langsung sebelumnya harga semen mengalami penurunan sekitar 15 persen dibandingkan kondisi sebelumnya," cerita Doso Agung.
Dia membantah jika ada anggapan yang mengatakan bahwa PT Pelindo IV akan mematikan perusahaan pelayaran lokal karena ikut terlibat dalam kegiatan logistik. Namun sebaliknya justru membangun sinergi, tidak hanya dengan BUMN tetapi juga dengan pihak swasta dan stakeholder lainnya.
Menurutnya, langkah membangun konektivitas domestik ini merupakan upaya perseroan yang menjalankan program Pemerintah, di mana Pelindo IV sebagai BUMN harus menjadi Agent of Development.
Baca juga:
Pelindo IV bakal layani pelayaran Davao-Bitung dua kali sebulan
Pekerja JICT kecam kesewenangan Pelindo II-Hutchinson
Pelindo layani ekspor langsung Sulawesi ke Thailand, ini untungnya
Data otoritas pelabuhan seharusnya jadi patokan dwelling time