LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tarik Investasi, Pemerintah Siapkan Perpres Badan Pengembangan Wilayah Suramadu

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, sejauh ini Menteri PUPR sudah berkirim surat kepada Menteri Sekretariat Negara agar Perpres mengenai kelembagaan yang baru segera diterbitkan. Sedangkan beberapa kawasan sudah dipetakan untuk menarik masuk investasi.

2019-07-25 18:55:56
Kementerian PUPR
Advertisement

Pemerintah tengah menyiapkan aturan khusus untuk membentuk Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Adanya aturan khusus tersebut, diharapkan mampu mendorong investasi masuk di kawasan Suramadu.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, sejauh ini Menteri PUPR sudah berkirim surat kepada Menteri Sekretariat Negara agar Perpres mengenai kelembagaan yang baru segera diterbitkan. Sedangkan beberapa kawasan sudah dipetakan untuk menarik masuk investasi.

"Jadi lebih kepada industri yang lebih lokal misalnya ada Islamic Science Park, ada yang berkaitan dengan industri garam, industri gula. Kemudian, bagaimana pariwisata Madura keseluruhan itu menarik investasi lebih, itu tujuannya," kata Danis saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/7).

Advertisement

Danis mengatakan, pengembangan kawasan Surabaya dan Madura sejauh ini sudah dimulai namun konsepnya masih belum maksimal. Sehingga melalui struktur badan kelembagaan yang baru ini, Surabaya dan Madura bisa lebih berkembang.

"Kata kuncinya menarik investasi, yang disesuaikan misalnya waktu itu apakah industri pertahanan cocok enggak di Madura, tapi kan enggak cocok. Kalau industri garam pasti cocok kan. Pariwisata potensinya juga besar, begitu," katanya.

Untuk sementara ini, kata Danis sudah ada lahan eksisting seluas 50 hektare yang siap untuk segera dimanfaatkan dan ada kemungkinan penambahan lahan di lokasi lain. Sedangkan dalam Perpres sebelumnya, lahan yang disiapkan mencapai ratusan hektare.

Advertisement

"Ini intinya juga akan terjadi revisi terhadap luas kawasan yang disesuaikan dengan industri. Mungkin lebih tersebar, kalau semula lebih fokus di kaki kaki (jembatan Suramadu) itu sekarang lebih pada di kabupaten," pungkasnya.

Baca juga:
Temui Hyundai Motors, Presiden Jokowi Bahas Soal Investasi dan Mobil Listrik
BUMN RI Bakal Investasi Kereta Api dan Tambang Emas di Afrika
Kerja Sama Dengan Afrika, Menko Luhut Janji RI Tak Akan Eksploitasi
Bertemu Jokowi, Putra Mahkota Abu Dhabi Bawa Investasi Rp136 Triliun
Pertumbuhan Ekonomi Dalam RPJMN 2020-2024 Ditarget Capai 6 Persen
Simak, Fokus Pembangunan Pemerintahan Jokowi Periode II

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.