Tarik investasi, Indonesia bersaing dengan Myanmar dan Vietnam
"Mereka akan mencari daerah mana yang paling kompetitif."
Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia menilai Investor dari negara maju mengincar pasar Asia. Mengingat Asia merupakan pasar terbesar di dunia.
"Mereka akan mencari daerah mana yang paling kompetitif. Tentu investor perhitungkan jarak dan lain-lain," kata Wakil Ketua Umum Kadin bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J. Supit, Jakarta, Kamis (17/3).
Secara umum, menurut Anton, Indonesia mesti berkompetisi dengan Vietnam dan Myanmar untuk menarik investasi asing. Investor Eropa dan Amerika Serikat menilai ketiga negara tersebut cocok untuk menjadi basis produksi.
"Overall, dilihat bahwa pada akhirnya investasi di Vietnam atau Myanmar, ataupun di Indonesia lebih menguntungkan, maka investor akan datang," kata Anton.
"Tentu investor cari yang paling kompetitif. Karena itu, memperbaiki izin menjadi penting."
Menurut Anton, investasi penting untuk penciptaan lapangan kerja. Itu menjadi indikator keberhasilan suatu negara.
"Suksesnya suatu negara adalah seberapa jauh bisa menciptakan lapangan kerja bagi rakyatnya," imbuhnya.
"Dengan kondisi fiskal tidak terlalu bagus, pajak menurun dan lain-lain ini menjadi penting investasi masuk."
Baca juga:
Regulasi dan infrastruktur masih jadi keluhan pengusaha asing
BKPM: Komitmen investasi luar Jawa sebesar 88 persen
BKPM catat komitmen investasi Tiongkok menurun 94 persen
Perusahaan garmen RI buat baju polisi dan bangun pabrik di Kamboja
BKPM bakal permudah investasi farmasi dari Slovenia