Target pertumbuhan ekonomi 7 persen tak bisa dicapai di 2019
Alasannya, pemerintah masih belum memanfaatkan kekayaan alam yang menjadi tonggak dari pembangunan nasional.
Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 bisa mencapai angka 7 persen. Angka ini masih dirasa terlalu tinggi mengingat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 hanya sebesar 4,8 persen.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Subroto pesimis target pertumbuhan ekonomi 7 persen bisa tercapai. Alasannya, pemerintah masih belum memanfaatkan kekayaan alam yang menjadi tonggak dari pembangunan nasional.
"Kita belum memanfaatkan kekuatan pembangunan kita secara utuh, yakni kekayaan laut. Kita juga harus realistis. Saya kira 2025 mungkin kita sudah 6 persen," ujar Subroto di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (31/3).
Menurut dia, kekayaan Indonesia sebagian besar terletak di laut mencapai 70 persen. Sehingga, jika pemerintah bisa mengembangkan potensi laut maka ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 7 persen.
"Di laut kita bisa mengembangkan sumber daya perikanan, pertambangan laut, wisata, transportasi. Tapi sayangnya kekayaan laut masih belum kita manfaatkan," imbuhnya.
Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan begitu, bangsa Indonesia bisa meningkatkan daya saingnya, khususnya di era perdagangan bebas ini.
"Kalau 10 tahun secara terus menerus kita memanfaatkan kekayaan, ekonomi kita akan tumbuh hingga 7 persen," pungkas Subroto.
Baca juga:
2050, Dunia diproyeksi punya 1,6 miliar penduduk lanjut usia
BI sebut pertumbuhan RI bisa 7 persen pada 2020, ini syaratnya
Saran menteri era Soeharto untuk Jokowi capai tujuan kemerdekaan
'Perkembangan teknologi tak bisa dipisahkan dari dunia usaha'
Jokowi disebut berulang kali minta Menteri Susi evaluasi kebijakan
Pengusaha startup dukung pengenaan pajak bisnis online